Waspadai peredaran uang palsu jelang Pemilu 2014

Waspadai peredaran uang palsu jelang Pemilu 2014

Purwokerto  – Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Rahmat Hernowo, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Natal 2013, Tahun Baru 2014, dan Pemilu 2014.“Uang palsu kalau saat ini beredar masih normal, artinya ada tetapi masih seperti yang sebelum-sebelumnya, belum ada frekuensi yang menunjukkan peningkatan,” katanya, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu.

Kendati demikian, dia mengakui setiap menjelang momen-momen besar sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu mencari keuntungan dengan mengedarkan uang palsu.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama seluruh perbankan yang ada di Kabupaten Banyumas terus berupaya menyosialisasikan cara mengenali uang asli kepada masyarakat, salah satunya melalui kegiatan “Pencanangan Bersih Rupiah dan Gerakan Indonesia Menabung” ini.

“Kami berikan pemahaman mengenai uang rupiah aslinya. Jadi nanti kalau ada uang rupiah palsu di sini, masyarakat bisa langsung tahu,” kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya bersama perbankan melayani penukaran uang yang telah lusuh untuk ditukar dengan uang yang masih baru.”Kami datang langsung ke pasar, karena berdasarkan hasil penelitian, tempat yang paling banyak uang lusuhnya adalah pasar. Kami mengajak teller-teller perbankan berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga tahu dari bawah, apa informasi yang mereka perlukan tentang rupiah,” katanya.

Dalam kegiatan ini, kata dia, pihaknya juga menyosialisasikan gerakan menabung kepada masyarakat.

Dengan demikian, dia mengharapkan masyarakat yang selama ini belum pernah berhubungan dengan perbankan, bisa memulai menjalin hubungan dengan bank sehingga dapat terjalin kemitraan yang baik.

“Kami bersama perbankan yang terlibat dalam kegiatan ini menyediakan dana sekitar Rp1 miliar untuk melayani penukaran uang dari masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Budhi Setiawan mengatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada BI atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah menyelenggarakan agenda kegiatan rupiah bersih, karena kalau kita lihat uang pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000 yang kumuh itu luar biasa banyaknya. Kadang-kadang orang pegang uang yang kumuh saja, jijik,” katanya.atn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *