Waspada, Maling Gentayangan di Press Room DPR

Waspada, Maling Gentayangan di Press Room DPR

Bintang Pos, JAKARTA – Sebulan terakhir ini sedikitnya lima wartawan menjadi korban pencurian di press room DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kerugiannya sebagian besar telepon seluler (ponsel). Namun ada juga yang kehilangan tas berikut isinya, seperti laptop, ponsel dan barang berharga lainnya. Bahkan, meleng sebentar saja, ponsel yang tengah isi ulang baterai bisa raib seketika.
Kondisi ini membuat resah sejumlah jurnalis yang setiap harinya bertugas di sana. Seorang jurnalis media nasional, Indra Bonaparte, begitu jengkel dengan fenomena seringnya wartawan kehilangan barang berharga di press room DPR. Indra meminta agar kasus ini tidak dibiarkan dan pihak Pamdal DPR segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian, khususnya Polsek Tanah Abang, untuk menangkap pelakunya.

”Sebenarnya sangat mudah menangkap pelaku aksi kriminal itu asal Pamdal DPR bekerja sama dengan kepolisian mau serius mengusutnya,” kata Indra di Jakarta, Jumat (5/7). Ia pun mengimbau para korban atau setidaknya pengurus press room melaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, supaya tindak kriminal ini tidak berlarut-larut.

Wartawan lain dari sebuah kantor berita nasional mengaku menjadi korban pencurian beberapa waktu lalu. Ia mengaku kehilangan kehilangan dua ponsel plus satu tape recorder. ”Benar-benar kesal sekali waktu itu. Sebab banyak sekali nomor kontak penting di dalam HP itu,” ujar pria berkaca mata namun enggan ditulis namanya itu.

Ada juga kasus tas wartawati yang hilang dalam sekejap karena ditinggalkan pemiliknya di salah satu meja press room. Wartawati itu meninggalkan tas ketika hendak mewawancarai Ketua DPR Marzuki Alie yang kebetulan lewat. Namun, tasnya  yang berisi laptop dan ponsel raib ketika ia kembali ke dalam ruangan. Sedangkan Erwin, dari Sumbawa News kehilangan BlackBerry tipe Gemini yang digeletakkan di meja tempatnya mengetik berita.

“Hanya saya tinggal 10 menit untuk buang air kecil ke toilet. Begitu kembali sudah lenyap,” ujar Erwin jengkel.

Kini para jurnalis di DPR harus benar-benar memasang kewaspadaan tinggi kalau bertugas dan dilarang keras meninggalkan sembarangan barang-barang berharganya.

”Bagaimana pun harus diungkap siapa pelaku sesungguhnya. Sebelumnya tidak pernah ada jurnalis yang HP-nya hilang sekalipun ditinggal saat di-charge. Press room ini terbilang aman selama ini,” kata seorang jurnalis lagi, Rama Denny dari harian Jurnas.(jaring)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *