UMY Dirikan Pusat Studi dan Pengembangan Desa SMS

UMY Dirikan Pusat Studi dan Pengembangan Desa SMS

Bintang Pos, Surabaya – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan mendirikan Pusat Studi dan Pengembangan Desa Sehat Mandiri Sejahtera (SMS) di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Rencananya pusat studi ini akan didirikan di Desa Brosot, Kecamatan Galur.

Rektor UMY, Bambang Cipto telah melakukan audiensi dengan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo untuk membahas  pendirian pusat studi ini. Bambang Cipto didampingi Sriyadi, pengajar Fakultas Pertanian UMY.

“Kita audiensi dengan pak Bupati, Jumat (28/6) lalu, membahas hal ini,” kata Bambang Cipto, di Yogyakarta, Selasa (2/7).

Desa Brosot dipilih, kata Bambang, karena memiliki posisi yang strategis, berada di gerbang Kabupaten Kulon Progo bagian selatan. Posisi itu sangat strategis bagi pengembangan sektor formal maupun informal.

Desa Brosot memiliki lahan 322.5336 hektare dan seluas 237.2245 hektare merupakan tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk pertanian. Pusat Studi Desa SMS ini sengaja didirikan untuk meningkatkan kualitas fisik dan non fisik desa. Serta meningkatkan peran UMY dalam pembangunan masyarakat.

Sementara Sriyadi mengatakan perkembangan ekonomi global, isu lingkungan dan kemajuan teknologi membuat negara di dunia harus saling berbenah diri. Hal itu  juga berlaku untuk Indonesia, apabila tidak ingin tertinggal dari negara lain.

Menurut Sriyadi, aspek pertama yang harus dibenahi yaitu sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) segera  dimulai dari tingkatan yang paling bawah yaitu desa.

“Atas dasar itulah Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan mendirikan Pusat Studi dan Pengembangan Desa Sehat-Mandiri-Sejahtera (SMS),” kata Sriyadi.

Desa, ujar Sriyadi, sebagai miniatur negara harus mampu berkembang agar menjadi desa yang tangguh, tahan, mandiri, dan berdaulat. “Apabila semua desa memiliki semua kemampuan itu  maka Indonesia juga akan menjadi Negara yang tangguh, tahan, mandiri, dan berdaulat.” kata Sriyadi menjelaskan.

Pendirian Pusat Studi ini, kata Sriyadi, bertujuan untuk mengembangkan teknologi tepat guna atau spesifik lokasi. Meningkatkan keunggulan UMY yang berkesinambungan, serta meningkatkan kemampuan desa dalam mengatasi masalahnya guna mengantarkan warganya menjadi sejahtera lahir dan batin.

Untuk mendirikan Pusat Studi dan Pengembangan Desa ini UMY menggandeng beberapa mitra strategisnya, yakni Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan Yayasan Jayeng Dipuran. Termasuk Sumber pendanaan mulai dari pembangunan dan pengelolaan serta pengembangan program-kegiatan berasal dari UMY, Yayasan Jayeng Dipuran dan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta yang sifatnya tidak mengikat.

Pemerintah Kulonprogo, Sriyadi melanjutkan, akan memberikan dukungan besar dalam pendirian pusat studi tersebut. “Tanah milik Yayasan Jayeng Dipuran diwakafkan ke UMY, sudah kita konsultasikan dengan Bupati Kulonprogo dan didukung, dukungannya luar biasa,” katanya. (rbk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *