TNBTS Larang Upacara Agustusan di Puncak Semeru

TNBTS Larang Upacara Agustusan di Puncak Semeru

Bintang Pos, Lumajang – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melarang para pendaki untuk menggelar upacara bendera pada tanggal 17 Agustus 2013 di puncak Semeru (Mahameru) yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut karena pendakian hingga puncak Mahameru dinilai berbahaya.

“Larangan pendakian hingga Mahameru tetap diberlakukan karena berbahaya, sehingga pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan di Kalimati,” kata Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari, Jumat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan pendakian hingga Kalimati karena status Gunung Semeru masih Waspada (Level II), sehingga masyarakat atau pendaki tidak boleh melakukan aktivitas radius 4 kilometer dari Mahameru.

Tahun 2010, PVMBG memperbolehkan pendaki untuk naik ke Mahameru untuk melaksanakan upacara bendera selama dua hari pada 16-17 Agustus 2010 dengan batas waktu maksimal pukul 12.00 WIB, namun tahun-tahun berikutnya upacara 17 Agustus hanya dibatasi hingga Kalimati.

Menurut Ayu, sebanyak 30 petugas TNBTS siaga di sepanjang jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mulai dari Pos Ranu Pani, Ranu Kumbolo hingga Kalimati untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan upacara bendera.

“Kami juga dibantu oleh aparat kepolisian sektor (polsek) setempat dan anggota TNI bersama para pecinta alam untuk pengamanan perayaan HUT ke-68 Kemerdekaan Indonesia di Gunung Semeru,” tuturnya.

Data di TNBTS tercatat jumlah pendaki yang naik ke gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang pada Jumat ini sebanyak 2.513 orang dengan rincian 2.509 pendaki domestik dan empat pendaki asing asal Belgia.

“Petugas akan memperketat wisatawan yang ingin naik ke Semeru dan semua pendaki harus melampirkan surat keterangan sehat karena jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu membutuhkan kesiapan fisik dan mental,” ujarnya.

Ia mengimbau para pendaki tidak memaksakan diri untuk melakukan pendakian di Gunung Semeru, apabila kondisi fisiknya tidak kuat dan memiliki penyakit tertentu yang bisa kambuh sewaktu-waktu.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *