Thoriqoh Jangan Golput, Teliti Memilih Pemimpin

Thoriqoh Jangan Golput, Teliti Memilih Pemimpin

Surabaya – Pengurus Pusat (Idarah ‘Aliyah) Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), menyampaikan kepada Jamaah Thariqoh dan Mursyid Thariqoh se-Indonesia agar tidak golput dalam rangka suksesnya pelaksanaan Pemilu 2014 yang akan digelar 9 Aparil 2014 pemilihan calon legeslatifnya dan menyusul Pemilihan Presiden.

Pimpinan pusat Jatman Mudir Aam KH. Abdul Mu’thy Nurhadi melelui surat elektroniknya kemarin kepada Bintang Pos mengungkapkan, jamaah thoriqoh se Indonesia harus cermat dan cerdas memilih wakilnya karena merekalah yang akan mewakili bangsa ini dalam rangka membangun Negara ini lebih baik. Jangan sampai tidak memlih pada pemilu yang akan datang ini. Teliti sekarang para calon wakil rakyat dan calon pemimpin agar tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun.

Warga Thoriqoh dan Umat Islam se Indonesia tidak boleh golput pada pemilu 2014 mendatang. Karena jangan sampai salah memilih pemimpin. Dengan mengenali wakil rakyat dan pemimpin akan terhindar dari pemimpin yang kurang baik dan kurang kompeten. Bila ummat Golput maka ada pembiaran pemimpin yang kurang amanah memimpin negeri ini. Sehingga sulit menanggulangi korupsi bangsa ini yang sudah gawat darurat.

Menurut KH Mu’thy, kita harus memilih pemimpin yang terbaik yang sudah diamanahkan oleh para ulama sebelum kita. Warga Thoriqoh agar memilih wakil rakyat dan pemimpin yang mempunyai sifat kejujuran dan kebenaran. Jujur, artinya antara kata dan perbuatan sama, tidak plin plan. Kemudian pemimpin yang dapat dipercaya , setia dan menepati janji, yang tarakhir  pemimpin yang suka tolong menolong, setia kawan dalam kebaikan  dan Konsisten pada jalur yang ditentukan Allah SWT dan Rasul-Nya). Secara otomatis pemimpin yang beriman, bertakwa, jujur, terpercaya, aktif dan aspiratif yang harus dipilih warga thoriqoh dan umat islam.

Pemilihan yang langsung , umum , bebas dan rahasia serta jujur dan adil merupakan dambaan bangsa Indonesia. Jangan sampai terjadi pemilihan yang diintervensi, curang dan tidak adil. Hal ini akan menimbulkan konflik masyarakat sehingga dengan mudah bangsa ini dipecah belah. Sekali lagi KH Mu’thy mengingatkan penyelenggara pemilu KPU (Komisi Pemilihan Umum) serius tangani pemilu agar menekan angka Golput di masyarakat dan bertindak adil dan benar pada pelaksanaan pemilu.

“Insa allah berkah bangsa ini, maju dan sejahtera, bila penyelenggara, calon pemimpin, calon wakil rakyat dan pemilih saling jujur dalam pemilu tahun ini,” ungkapnya.  bps

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *