Termakan Hoax Tunda Vaksin, Calon Mempelai Wanita Tewas Kena COVID-19

Termakan Hoax Tunda Vaksin, Calon Mempelai Wanita Tewas Kena COVID-19

Bintangpos.com, Jakarta – Pasangan kekasih yang akan segera menikah terpaksa harus menundanya akibat terinfeksi Corona. Diketahui, keduanya terinfeksi virus Corona usai menunda untuk divaksinasi.

Samantha Wendell dan tunangannya, Austin Eskew, akan menikah pada 21 Agustus 2021 lalu. Sebelum menikah, keduanya dianjurkan untuk mendapat vaksinasi COVID-19.

Namun, keduanya menolak dan memilih untuk menundanya sampai menjelang bulan madu nanti. Salah satu alasannya karena Wendell ragu-ragu setelah mendapat informasi hoax dari temannya, yang menyebut bahwa vaksin Corona bisa menyebabkan kemandulan atau mengganggu kesuburannya.

“Informasi yang salah telah membunuhnya,” kata sepupu Wendell, Maria Vibandor Hayes yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (16/9/2021).

Sebelumnya, Wendell maupun Eskew yang saat itu dalam kondisi yang sehat mengadakan pesta lajang di Nashville. Namun, seminggu sebelum divaksinasi, keduanya mulai sakit.

“Dia tidak bisa berhenti batuk dan terengah-engah,” kata Eskew. Wendell pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Setelah dites, Wendell dan Eskew positif terinfeksi COVID-19. Keduanya juga diketahui tidak memiliki kondisi mendasar atau penyakit komorbid yang bisa memperparah infeksinya.

Tetapi, Wendell mengalami gejala yang lebih serius dan harus menggunakan ventilator. Sebelum dipasangkan alat bantu tersebut, wanita 29 tahun itu sempat ingin divaksinasi.

“Itu tidak akan ada gunanya pada saat itu, tentu saja,” kata ibu Wendell, Jeaneen Wendell.

Akibatnya, pernikahan keduanya terpaksa harus diundur sampai waktu yang belum ditentukan. Sampai akhirnya, dokter mengatakan bahwa Wendell tidak bisa bertahan lagi. Wendell pun dinyatakan meninggal dunia pada 10 September 2021 lalu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengkonfirmasi bahwa vaksin COVID-19 tidak menyebabkan gangguan kesuburan atau infertilitas. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan jika vaksin tersebut menjadi penyebab ketidaksuburan, baik pada pria maupun wanita.

Sebaliknya, jika tidak segera divaksinasi, virus Corona bisa berpengaruh pada kesuburan pria. Menurut penelitian Scientific American, COVID-19 bisa mengganggu ereksi dan masih bisa terjadi 9 bulan usai terinfeksi.

“COVID-19 mempengaruhi pembuluh darah yang berada di organ tubuh, dan penis tidak jauh berbeda dengan organ lain yang membutuhkan banyak darah,” kata Ranjith Ramasamy, direktur urologi reproduksi di University of Miami.

Ia meyakini bahwa virus itu juga bisa menyebabkan kerusakan pada testis. Namun, ia dan rekan-rekannya tidak menemukan adanya perubahan negatif pada kesuburan setelah vaksinasi COVID-19. (dtk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *