Soekarwo Lantik Bupati Madiun

Soekarwo Lantik Bupati Madiun

Bintang Pos, Madiun – Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik Bupati dan Wakil Bupati Madiun terpilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat yang digelar pada 19 Juni lalu, yakni pasangan Muhtarom-Iswanto di Pendopo Muda Graha Kantor Bupati Madiun, Sabtu.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Soekarwo melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan pasangan “incumbent” (pejabat kini) yang diusung oleh PKB dan Partai Demokrat tersebut untuk memimpin Kabupaten Madiun pada lima tahun mendatang (2013-2018).

Pada Pilkada Kabupaten Madiun 2013, pasangan nomor urut 1 Muhtarom-Iswanto (Muis) menang dengan perolehan suara sebanyak 230.348 suara atau 56,1 persen.

Pasangan itu mengalahkan tiga pasangan lainnya, yakni pasangan nomor urut 2 dari jalur perseorangan Widi Priyanto-Soentoro (Wiro) dengan perolehan 4.502 suara.

Selain itu, pasangan nomor urut 3 yang diusung PDI Perjuangan dan Golkar, Sukiman-Suprapto (Pak SU), dengan perolehan suara 168.782 suara serta pasangan nomor urut 4, Sumardi-Dimyati Dahlan (Sehati), yang memperoleh 6.980 suara.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, mengatakan dengan dilantiknya pasangan Muhtarom-Iswanto maka pasangan tersebut mempunyai kewajiban untuk melaksanakan visi dan misi yang telah dijanjikan pada saat masa pencalonan.

“Visi dan misi pasangan Muis sangat bagus, yakni menjadikan masyarakat Kabupaten Madiun lebih sejahtera. Hidup sejahtera itu lebih baik daripada hidup makmur, hal itu yang harus diwujudkan sesuai janji,” ujar Gubernur Soekarwo.

Gubernur meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Madiun terpilih untuk memperhatikan tiga aspek dalam menyejahterakan warga Kabupaten Madiun, yakni bidang pertanian, industri dan perdagangan (indag), serta jasa.

“Di bidang pertanian, saya usul agar petani bisa menahan diri sehingga menjual padinya dari gabah kering panen menjadi gabah kering giling. Syukur-syukur bisa dijual dalam bentuk beras,” kata Pak Dhe, sapaan akrab Gubernur Soekarwo.

Ia memperkirakan dengan menjual gabah kering panen (GKP) ke bentuk gabah kering giling (GKG) telah meningkatkan nilai jual hingga 20 persen, sedangkan menjual dalam bentuk beras, maka nilai jual bisa meningkat hingga 70 persen.

“Jika hal itu terjadi, tidak ada petani yang miskin. Selama ini petani banyak menjual gabahnya langsung di sawah karena terbentur pada utang ongkos produksi,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah daerah bekerja sama dengan bank setempat agar memberikan kredit lunak kepada petani untuk membantu biaya produksi.

Selain itu, pemda melalui pemerintah desa dapat menyediakan lahan jemur gabah dengan mengganti tanah bengkok menjadi lantai jemur.

“Di bidang industri dan perdagangan, saya meminta warga jangan menjual pisang tapi jual-lah selai pisang. Jangan jual nangka tapi jualah keripik nangka, sehingga meningkatkan nilai jual dan pendapatan. Hal tersebut secara tidak langsung akan menarik industri jasa,” tambahnya.

Hadir sejumlah undangan dalam acara pelantikan tersebut, di antaranya rombongan gubernur, anggota dewan, satuan kerja, dan tokoh masyarakat. Selain itu, juga dari bupati dan wakil bupati se-Bakorwil Madiun. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *