Sindikat Akta Palsu Terungkap, Warga Cemas

Sindikat Akta Palsu Terungkap, Warga Cemas

Bintang Pos, Surabaya- Sejumlah warga yang berada di Kabupaten Tuban merasa cemas. Kecemasan karena mengetahui terungkapnya sindikat pembuatan Akta Kelahiran Palsu, yakni Pandu (45) seorang PNS dan Joko Dwi Setyo Budiono (35) asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban.

Warga khawatir jika Akta Kelahiran untuk anak-anak yang dibuat pada tahun 2012 kemarin juga palsu. Akibatnya, banyak warga yang mengurus akta dengan meminta bantuan perangkat desa.

Seperti yang dialami oleh Burhadi (48), warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Dia menyatakan rasa cemasnya lantaran sebanyak 2 akta kelahiran untuk kedua anaknya yang sama diurus pada tahun 2012 ada perbedaan dari segi penulisan nomer registrasi dan juga tanda tangan pada stempel.

“Awalnya sata tidak memperhatikan kalau ada perbedaan, setelah tahu ada kabar akta palsu, langsung saya cek dan ternyata keduanya berbeda. Inikan saya ngurusnya melalui perangkat desa,” terang Burhadi, Selasa (21/05/2013).

Mesti keduanya berbeda, ia belum mengetahui mana akta yang asli dan yang palsu, karena dalam pembuatannya juga berbeda bulan meski tahun yang sama. Dengan adanya perbedaraan dua akta untuk anaknya itu, ia berencana untuk melakukan pengecekan di kator dinas Kependudukan Kabupaten Tuban.

“Perbedaannya itu ada pada nomer di atas logo garuda, yang satu ada nomernya dan yang satu di atas logo garuda tidak ada nomornya. Ini saya baru rencana mau melakukan pengecekan biar jelas,” lanjutnya.

Seperti diberitakan kemarin, petugas kepolisian Polres Tuban berhasil membongkar sindikat pembuatan akta kelahiran palsu. Dalam penangkapan itu, petugas kepolisian menetapkan Pandu (45), seorang PNS yang berperan mencari korban dan Joko (35), yang mencetak akta tersebut sebagai tersangka.(bjt-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *