Setya Novanto Bantu Akil Menangkan Soekarwo?

Setya Novanto Bantu Akil Menangkan Soekarwo?

Jakarta – Politikus Golkar Setya Novanto disebut dalam pembicaraan blackberry messenger antara Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, yang kini sudah diberhentikan, dengan Ketua Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali. Setya disebut Akil sebagai bos yang mendanai upaya mengamankan sengketa pemilihan kepala daerah Jawa Timur 2009.Gugatan sengketa pilkada ini diajukan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi. Mereka menggugat kemenangan calon petahana, Soekarwo-Saifullah Yusuf. Panel hakim sengketa ini diketuai Akil Mochtar

Menurut dokumen yang diperoleh Tempo,  pada 1 Oktober 2013, Akil berinisiatif mengirim pesan BBM ke Zainudin untuk menanyakan apakah Sekretaris Jenderal Partai Golkar Indrus Marham ikut “mengurus” sengketa pilkada itu. Golkar menjadi salah satu pengusung pasangan Soekarwo-Saifullah. Zainudin lalu mengiyakan. Akil lalu membalas pesan itu. “Suruh mereka siapkan 10m (Rp 10 miliar) saja kalau mau selamat.”

Masih menurut percakapan pesan BBM itu, Akil mengaku ditelepon Idrus bahwa upaya mengamankan hasil pilkada Jawa Timur akan didanai Setya yang menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Golkar. Keesokan harinya, Zainudin mengabarkan ke Akil permintaannya sudah mendapat respon positif. Tapi sebelum transaksi terjadi,  Akil keburu dibekuk KPK karena tertangkap menerima suap terkait sengketa pilkada Gunung Mas dan Lebak.

KPK sudah memeriksa Setya, Idrus, dan Zainudin terkait pilkada Jawa Timur ini pada akhir Desember 2013 dan awal Januari 2014. Setya membantah dirinya mengatur pengamanan sengketa pilkada Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi. “Tidak pernah ikut urusan Pilkada Jatim,” kata dia ketika dihubungi, Jumat, 10 Januari 2014.

Sedangkan Idrus Marham, ketika dihubungi menolak berkomentar. “Saya sedang di Mekkah (umrah),” kata dia.

Kemarin, Ahad, 12 Januari 2014, Zainudin Amali tidak bisa dihubungi. Tempo berupaya mendatangi rumahnya di Jakarta, namun, penjaga rumah mengatakan Zainudin terbang ke Surabaya. Tempo juga beberapa kali menyambangi ruangannya di DPR pada pekan lalu, tapi ia tidak muncul.tmp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *