Sebut Manila “Gerbang Neraka”, Novelis Dan Brown Dikecam

Sebut Manila “Gerbang Neraka”, Novelis Dan Brown Dikecam

Bintang Pos, Manila- Novel terbaru Dan Brown “Inferno” membuat warga Filipina, khususnya ibu kota Manila, marah besar. Sebab, dalam novel itu Brown menyebut Manila sebagai “Gerbang Neraka”.
Dalam novel itu, salah seorang karakter mendeskripsikan Manila sebagai kota dengan kemacetan lalu lintas yang parah, polusi yang mencekik, kemiskinan masif, dan prostitusi anak-anak yang tumbuh subur.

Meski hanya gambaran dalam sebuah novel, tak ayal pemerintah Filipina dibuat kebakaran jenggot. Bahkan, instansi pemerintah yang mengelola Manila merasa perlu menyurati Dan Brown dan penerbit novelnya.

“Kami merasa tidak senang dengan penggambaran yang tidak akurat terhadap kota kami yang tercinta,” kata Francis Tolentino, pejabat badan pengelola Manila.

Meski melayangkan kritik, Tolentino tak menyangkal Manila memiliki banyak kawasan kumuh dan kemiskinan yang masih menjerat warganya.

Namun, Tolentino menegaskan penggambaran Manila sebagai “Gerbang Neraka” menyakitkan hati warga Manila yang dikenal sebagai penganut Katolik yang taat.

“Sejujurnya kota kami ini adalah pintu masuk menuju surga,” tambah Tolentino dalam suratnya.

Tolentino menambahkan bukan kali ini saja Manila berkonflik dengan Dan Brown. Pada 2006 Dewan Kota Manila melarang pemutaran film “The Da Vinci Code” yang merupakan adaptasi dari novel laris karya Dan Brown, karena dianggap menyerang gereja Katolik.

Meski pemerintah mengkritik Dan Brown, dukungan justru datang dari sebagian warga Filipina melalui jejaring sosial. Mereka bahkan membenarkan penggambaran Brown soal Manila.

“Nampaknya Tolentino belum pernah berkunjung ke Manila,” kata salah seorang pengguna Twitter.(kom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *