Satpol PP & LPI Bongkar Warung Remang-remang

Satpol PP & LPI Bongkar Warung Remang-remang

Bintang Pos, Pamekasan – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan bersama Laskar Pembela Islam (LPI) menggelar razia dan membongkar warung remang-remang yang diduga menjadi tempat pelacuran di Kawasan Pasar 17 Agustus, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota, Senin (7/10/2013).

Razia yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelum itu mengakibatkan pemilik warung lari menyelamatkan diri karena takut dan khawatir dengan anggota Laskar Pembela Islam.

Salah satu pemilik warung yang juga terkena imbas pembongkaran. Romlah mengatakan pihak Satpol PP seharusnya memberitahukan sebelumnya bila ada penertiban. Sehingga pemilik warung bisa lebih dulu membersihkan lapak-lapak agar tidak dirusak.

“Biasanya Pol PP kalau mau ada penertiban memberi tahu sebelumnya. Entah mengapa hari ini tidak biasanya. Apa karena bersamaan dengan laskar,” kata Romlah.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Pamekasan Syamsurrijal mengatakan penertiban yang dilakukan pihaknya atas perintah dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) selaku pemilik lahan yang ditempati warung remang-remang. “Warung yang difasilitasi tenda oleh Pemkab Pamekasan itu disalahgunakan oleh pemilik warung,” katanya.

Syamsurrijal juga mengungkapkan penyalahgunaan itu dilakukan oleh para pedagang dengan menyediakan pekerja seks komersial (PSK). “Ada indikasi penyalagunaan lahan di sini dengan beroperasinya PSK pada waktu siang hingga malam hari sehingga kami tertibkan dan warungnya dibongkar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPI Pamekasan, Abdul Aziz mengajak kepada seluruh masyarakat termasuk juga Pemkab Pamekasan untuk selalu mengawasi dan melaporkan setiap tindakan yang mengarah kepada tindakan pelacuran dan kemaksiatan. Sehingga pihaknya bersama Pemkab Pamekasan bisa dengan mudah memberantas penyakit masyarakat berupa pelacuran.

“Tidak hanya di Pasar 17 Agustus yang menjadi sasaran kita, tetapi tempat-tempat lain yang juga dijadikan sarang PSK akan juga dibongkar. Namun, kita masih akan melakukan tindakan persuasif dulu,” ujar Abdul Aziz.

Aziz menjelaskan pembongkaran warung maksiat itu sebagai puncak dari upaya yang dilakukan LPI dan Pol PP dalam mengantisipasi semakin maraknya prostitusi di Pamekasan.

“Bupati Pamekasan sendiri mendukung langkah LPI untuk melakukan pembongkaran, dengan syarat ada data valid bahwa tempat yang akan dibongkar memang betul-betul dipakai sebagai tempat maksiat,” ujarnya. (brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *