RSU dr Soetomo II Akan Dibangun di Suramadu

RSU dr Soetomo II Akan Dibangun di Suramadu

Surabaya – Menjelang Hari Jadi ke-68 Provinsi Jatim 12 Oktober 2013 dan HUT ke-75 pada 29 Oktober 2013, RSU dr Soetomo Surabaya terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jatim.

“Saya mengucapkan syukur atas terpilihnya kembali Pakde Karwo-Gus Ipul memimpin Jatim 2014-2019. Menjelang Hari Jadi Jatim dan HUT RSU dr Soetomo, kami harus bisa menerjemahkan motto ‘sejahtera bersama wong cilik’. Artinya, tidak boleh ada lagi kasus pasien maskin ditolak dilayani di RS dan pelayanan makin bagus,” tegas Direktur RSU dr Soetomo Surabaya Dodo Anondo.

Sebagai rumah sakit milik pemprov Jatim yang terbesar di kawasan Indonesia Timur ini, dalam waktu dekat akan membangun RSU dr Soetomo II di kaki Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Hingga saat ini progress lelang feasibility study (FS) RSU dr Soetomo di kawasan kaki jembatan Suramadu senilai Rp 483 juta masih dalam proses.

Pembangunan rumah sakit baru tersebut nantinya diharapkan bisa menampung pasien-pasien rujukan dari empat kabupaten di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.  Sebab, berdasarkan rencana awal, rumah sakit ini akan lebih lengkap dalam melayani pasien yang dirujuk dari rumah sakit daerah. Baik dari segi peralatan medis hingga dokter spesialisnya.

Dodo mengatakan, pihaknya mengaku pernah diajak bicara Bappeprov Jatim terkait pembangunan RSU dr Soetomo di kaki Suramadu sisi Madura. “Saya katakan, ini sangat bagus sekali sebab akan lebih besar manfaatnya. Ini untuk mengantisipasi overload atau membludaknya pasien rawat jalan dan rawat inap di RSU dr Soetomo saat ini,” katanya.

RSU dr Soetomo kedua di kaki Suramadu ini, lanjut dia, fungsinya akan menjadi rujukan atau menampung pasien bagi empat rumah sakit daerah di Madura. “Kami tahu dan menyadari RSU dr Soetomo Surabaya sudah sangat padat, sehingga dengan adanya rujukan RSU dr Soetomo II di Madura akan mengurangi beban. Sekarang ini kami sudah membagi beban di RS Unair Surabaya,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim ini.

Ke depan, pihaknya akan lebih mengutamakan peran pencegahan timbulnya penyakit (preventif) daripada mengobati penyakit (kuratif).

“Sudah dilaksanakan pada tahun ini lelangnya (feasibility study, red),” kata Kepala Bappeprov Jatim Zainal Abidin dikonfirmasi terpisah menanggapi progress pembangunan RSU dr Soetomo II di kaki Jembatan Suramadu.

Zainal belum bisa menjawab kapan pelaksanaan pembangunan rumah sakit itu akan direalisasikan. Pasalnya, sampai saat ini realisasi anggaran pembangunan rumah sakit tersebut masih belum dirumuskan, meski sudah diagendakan sejak tahun 2012 lalu.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo pernah mengatakan, selama ini pasien rujukan dari Madura diarahkan ke RSU dr Soetomo atau Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya, keduanya milik pemprov. Ke depan, pemprov berharap agar pasien wilayah Madura tidak perlu jauh-jauh datang ke Surabaya untuk berobat.

Masih kata Pakde Karwo, kawasan Mataraman dan sekitarnya, pasien rujukan dilayani di RSU dr Soedono Madiun. Untuk wilayah Malang Raya dan tapal kuda rujukannya ke RS Saiful Anwar Malang. Sedangkan Surabaya dan sekitarnya dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya.

Ke depan, pihaknya akan membagi dalam lima zona. Untuk wilayah tapal kuda, pemprov berencana mengambil alih RS dr Soebandhi Jember. Prosesnya saat ini masih menunggu kesedian secara resmi dari Pemkab setempat. “Nah ,Madura ini yang sama sekali belum punya. Makanya kami berencana mendirikan rumah sakit baru di sana,” pungkasnya. Bjt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *