RSU Dr Soetomo Bantah Tudingan Malapraktik Arrizal

RSU Dr Soetomo Bantah Tudingan Malapraktik Arrizal

Bintang Pos, Surabaya – Pihak RSU Dr Soetomo membantah tudingan dugaan malapraktik terhadap pasien Arrizal Fahri (29), warga Jalan Jemurandayani, Surabaya, Jawa Timur. Meski demikian, rumah sakit mengakui benda yang keluar dari dada sebelah kiri Arrizal merupakan kain kasa.

“Memang itu kain kasa namun bukan malapraktik. Yang terjadi adalah miskomunikasi antara tim dokter yang menangani dengan pasien. Kalau malapratik tidak ada tapi kalau miskomunkasi ya,” tegas Ketua Forum Pers RSU Dr Soetomo, Urip Murtejo, di Surabaya, Jumat (21/6/2013).

Dia menjelaskan kain kasa tersebut sengaja digunakan oleh tim dokter saat melakukan operasi pencangkokan otot terhadap korban pada September 2011 lalu. Kain itu digunakan sebagai metode tampok untuk mencegah pendarahan selama operasi berlangsung.

“Operasi ini adalah operasi canggih dan memerlukan kompetensi yang cukup tinggi. Sama halnya dengan tim dokter yang menangani operasi pemisahan kembar siam,” jelas pria yang berprofesi sebagai dokter tersebut.

Dari data yang ada, Arrizal melakukan operasi sebanyak dua kali. Operasi pertama disebut neurotisasi (penyambungan saraf), dan operasi kedua adalah transfer otot. Setelah operasi, harusnya pasien melakukan kontrol, karena tim dokter akan mengambil tampok tersebut.

“Kain kasa itu akan diambil berdasarkan situasi dan kondisi pasien. Pada operasi pertama dan kedua memerlukan waktu masin-masing sembilan jam, karena memang operasi langka dan tim dokter yang menangani hanya ada di RS Dokter Soetomo saja,” jelasnya.

Sementara saat ini, Arrizal masih dirawat di RS Dokter Soetomo. Tim dokter mengambil kain kasa sepanjang lima sentimeter yang keluar dari dada sebelah kirinya. Keluarga menganggap yang dialami oleh Arrizal adalah imbas dari malapratik tim medis sehingga mereka menempuh upaya hukum. (okz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *