Risma, Sempatkan Telpon Anak 4 kali Sehari

Risma, Sempatkan Telpon Anak 4 kali Sehari

Bintang Pos, Surabaya – Ditengah padatnya jadwal kedinasan, Walikota Surabaya Tri Rismaharini tetap menunjukkan perhatiannya kepada Fuad Benardi (23) dan Tantri Gunarni (19). Hampir lebih dari 4 kali dalam sehari ia menyempatkan menelpon kedua anaknya disela-sela tugasnya.

Terlebih ketika ia mulai berdedikasi penuh melayani warga kota Surabaya, waktu bersama keluarga diakuinya banyak terbagi.

Wanita yang akrab dipanggil Risma ini mengaku, selama puasa sudah tidak punya waktu menyiapkan santapan sahur bahkan membangunkan seluruh anggota keluarga seperti dulu lagi. “Tetapi, menurut saya yang terpenting adalah quality time bagaimana kita menunjukkan rasa perhatian kepada keluarga,” akunya kepada audience dalam Talkshow Hikmah Puasa Djarum ‘Berbagi Momen Bersama Orangtua’, Sabtu (3/8/2013).

Risma mengatakan, berat sekali jadi pemimpin. Karena ia harus memisahkan kepentingan antara keluarga dan pekerjaan dengan seimbang. “Saya juga manusia biasa, tapi pasti yang akhirnya saya duakan adalah keluarga,” ujar wanita yang mengaku tidak hobi memasak ni.

Dalam talkshow selama 30 menit tersebut, ia menyebutkan bahwa keluarganya tidak menuntut lebih. “Karena mereka semua paham pekerjaan saya. Malah mereka (keluarga) kasian sama saya kalau sudah sibuk banget, dan kelelahan, akhirnya bisa bangun sahur bersama aja alhamdulillah,” papar Risma.

Saat didampingi putra pertamanya, Fuad, menyinggung sedikit tentang kesannya terhadap sang Ibunda. Sambil menatap ibunya, Fuad berkata bahwa Ibunya adalah sosok wanita kuat yang ia banggakan. “Mama menasehati saya, kita tidak makan dari orang lain, tidak perlu takut, tidak perlu minder. Yang mama tekankan, kalau bisa tidur dirumah ya dirumah. Apalagi komunikasi harus tetep terjalin,” terangnya.

Sementara tambah Fuad, hal spesial dari sang ibu adalah bagaimana perhatiannya kepada anak-anak. “Mama selalu telpon aku. Paling tidak sehari 3 sampai 4 kali telpon. Pas saya sedang makan, bahkan kalau mau tidur,” imbuhnya sambil tertawa malu.

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November ini mengatakan, walau kesibukan ibunya tidak mungkin terkalahkan, ia berharap Ibunya tetap menjadi yang terbaik. “Semoga jadi  mama spesial tidak hanya untuk saya dan adik, begitu juga untuk warga Surabaya,” pungkasnya.(brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *