Ribuan Warga Malang Tertipu Koperasi THR

Ribuan Warga Malang Tertipu Koperasi THR

Bintang Pos, Malang – Ribuan warga di Kabupaten Malang tertipu Koperasi Tabungan Hari Raya (THR). Akibat kejadian itu, ribuan nasabahnya protes dengan mendatangi karyawan koperasi, Jumat (26/7/2013) siang. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta menerjunkan 50 SSK di lokasi kejadian. Pasalnya, ribuan nasabah itu berusaha mencari pemilik koperasi dan menuntut uang tabungan mereka segera di cairkan.

Koperasi ‘nakal’ itu adalah UJKS An-Nissa Mandiri. Koperasi itu, sebuah Unit Usaha Simpan Pinjam Syariah. nomer Badan Hukum yang tertera di plang kantor adalah : 212/BH/XVI.14/X/2010 dan beralamat di Jalan Hayam Wuruk I, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Karena kabur sejak awal puasa, kantor koperasi itu pun disegel Polisi.

“Pemilik koperasinya kabur. Sehingga, ribuan nasabah kelimpungan dan meminta uang tabungan mereka dikembalikan,” tegas Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, Jumat (26/7/2013) siang.

Untuk meredam aksi massa, pihaknya melibatkan ulama, tokoh masyarakat dan perangkat desa hingga kecamatan. Akibat pemilik koperasi kabur, 2000 nasabah koperasi dirugikan.

Mantan Kapolres Madiun itu menjelaskan, Koperasi An Nissa Mandiri dulunya di kelola oleh Ibu Umi. Lalu dilanjutkan Oleh Antono alias Anton. Hal itu setelah Ibu Umi meninggal dunia sejak 5 bulan lalu. Dibawah kepengurusan Anton inilah, uang nasabah justru dibawa kabur.

“Anton informasi yang kami peroleh oleh Lumajang. Pihaknya masih berupaya mencari pemilik koperasi,” tegasnya.

Terpisah, Cipto (42), nasabah Koperasi An Nissa Mandiri menambahkan, dirinya sudah menjadi nasabah sejak dua tahun lalu. Selama itu, tidak pernah ada masalah. “Setiap hari saya setor uang lima ribu sampai dua puluh ribu rupiah. Itu tabungan hari raya. Ya kalau di hitung-hitung, saya rugi Rp.2,5 juta,” paparnya.

Hingga berita ini di unggah, satu SSK Polisi Polres Malang, Polsek Jajaran dibantu Brimob masih berjaga-jaga di Kecamatan Pagelaran, Gondanglegi, Bantur dan Turen. Pasalnya, ribuan nasabah itu bermukim di empat kecamatan tersebut. Dana nasabah yang di bawa kabur pemilik koperasi sendiri berkisar Rp.3 milyar.(brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *