Razia Bocor, Polisi Ponorogo Hanya Ringkus 2 PSK

Razia Bocor, Polisi Ponorogo Hanya Ringkus 2 PSK

Bintang Pos, Surabaya – Razia serempak yang dilaksanakan di sejumlah warung remang-remang yang dilaksanakan seluruh jajaran petugas polsek yang ada di jajaran Polres Ponorogo tak berbuah hasil maksimal.


Pasalnya, razia serempak itu, hanya mendapatkan 2 Pekerja Seks Komersil (PSK) di lokasi yang berbeda. Dugaan sementara, rencana razia bocor.

Sehingga puluhan PSK yang biasa mangkal di warung yang menyediakan kamar-kamar itu, sudah melarikan diri sebelum dilaksanakan razia.

Kedua PSK yang berhasil diringkus itu, Sohana (43) diamankan petugas Polsek Sukorejo. Dia mengaku berada di warung remang – remang Desa Danyang, Kecamatan Sukorejo karena faktor kebutuhan ekonomi kelaurga dikampungnya.

Menurut janda ini, ia harus menghidupi anak dan orangtuanya. Karena tak memiliki usaha dan keterampilan, hanya jalan piantas itu yang bisa dilakukannya.

“Saya tak memiliki keahlian, sedangkan kebutuhan anak dan orangtua harus dipenuhi setiap hari,” terangnya, Sabtu (23/3/2013).

Sedangkan Kapolsek Sukorejo, AKP Deni Fahrudianto menduga razia pekat yang digelar Polsek Sukorejo disinyalir bocor. Oleh karenanya, karena ketika razia dilaksanakan pihaknya, hanya mendapati seorang PSK dari beberapa warung remang-remang yang berada di ujung jembatan Danyang itu.

“Saya rasa razia itu bocor. Menurut informasi warga yang resah dengan keberadaan PSK di warung-warung yang menyediakan kamar-kamar itu ada puluhan, tetapi kami hanya berhasil menangkap seorang PSK. Kami akan terus merazia lokasi itu beberapa hari ke depan,” tegasnya.

Di tempat yang berbeda, petugas Polsek Jenangan berhasil mengamankan seorang PSK yakni Rohimah (39) warga Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. PSK ini ditangkap petugas Polsek Jenangan di warung remang-remang Pasar Janti, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

“Saat ditangkap petugas PSK ini mengaku datang ke Ponorogo karena desakan ekonomi. Usai sidang PSK ini akan kami pulangkan ke kampung halamannya,” jelas Kapolsek Jenangan, AKP Nyoto.

Selain itu, mantan Kasat Reskrim Polres Ponorogo ini menegaskan razia pekat di Pasar Janti terus dilaksanakan meski pada beberapa hari sebelumnya sudah dilaksanakan razia.

Pasalnya, masih banyak PSK yang mangkal di warung remang-remang di dalam pasar itu.

“Dalam operasi memang masih banyak yang mangkal tetapi lebih banyak yang kabur lebih awal,” tandasnya.(trb-pgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *