PWNU Jatim Serukan Buruh Tak Paksakan Kehendak!

PWNU Jatim Serukan Buruh Tak Paksakan Kehendak!

Surabaya  – Maraknya demo buruh atas penentuan upah minimum kabupaten/kota tahun 2014 di Jawa Timur, nampaknya menjadi perhatian serius Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Bahkan ormas keagamaan itu menyerukan beberapa hal sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial sebagai ormas keagamaan terbesar di Jawa Timur.

Sekretaris PWNU Jawa Timur, Dr Muzakki, Kamis (31/10/2013) mengatakan bahwa seruan PWNU Jawa Timur terdiri dari enam hal. Pertama, seluruh masyarakat Jawa Timur diminta bisa menjaga situasi dan kondisi yang kondusif bagi berjalannya kehidupan bersama diJawa Timur. Kedua, seluruh pihak yang terlibat dalam aksi penuntutan besaran upah minimum bisa menjaga aksi demonya agar tidak anarkis, tidak mengganggu kepentingan dan pelayanan umum serta tidak memaksakan kehendak.

Ketiga, seluruh pihak yang terlibat dalam aksi penuntutan besaran upah minimum diminta mengutamakan musyawarah dengan pihak-pihak terkait dengan sikap dewasa dan hati yang tulus dan pikiran jernih serta adil dan proporsional.

Keempat, seluruh jajaran pimpinan sosial dan politik di Jawa Timur diminta tetap terlibat aktif dalam mengawal keutuhan dan ketahanan masyarakat dan tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menjurus kepada rencana dan tindakan destruktif, yang ujungnya akan menambah beban hidup masyarakat semakin berat di tengah kenaikan harga berbagai barang konsumsi akibat tekanan ekonomi yang semakin tinggi.

Menurut pria yang juga dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya, seruan yang kelima yakni meminta kepada aparat keamanan untuk bertindak tegas apabila ada indikasi munculnya tindakan destruktif dan atau anarkis. Keenam, semua pihak diminta bisa menjaga ketenangan dan ketertiban dalam masa menunggu hasil penghitungan ulang upah minimum dimaksud.  “Kami juga berharap seluruh warga nahdlatul ulama di Jatim mematuhi seruan PWNU Jawa Timur ini demi kebaikan bersama seluruh masyarakat di Jawa Timur,” pungkas Muzakki. bjt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *