Produsen Mobil Listrik Ramai-Ramai Gulung Tikar

Produsen Mobil Listrik Ramai-Ramai Gulung Tikar

Bintang Pos, Jakarta – Produsen mobil listrik, Coda Holding Inc, mengajukan perlindungan kebangkrutan kepada pengadilan Amerika Serikat, pada Rabu, 1 Mei 2013, setelah gagal mencoba peruntungan di segmen mobil listrik.


Dikutip dari Reuters, Coda dalam setahun hanya berhasil menjual 100 mobil sedan listrik, dan merupakan contoh kegagalan produsen mobil listrik untuk masuk dalam industri otomotif.

Dalam dokumen kepailitan, perusahaan akan keluar dari sektor otomotif dan kembali fokus pada penyimpanan energi, yang secara bisnis lebih menguntungkan. Perusahaan menggunakan teknologi yang sama dalam mobil listrik untuk bisnis penyimpanan energi.

Coda mengklaim kelompok investor yang dipimpin oleh Fortress Investment Group LLC berencana untuk mengakuisisi Coda senilai US$25 juta melalui proses kebangkrutan.

Coda pada awal tahun lalu meluncurkan sedan listrik seharga US$37.250 per unitnya. Produk ini diklaim dapat berjalan hingga 125 mil (201 kilometer) dalam satu kali isi. Namun, produk ini dikritik dari segi desain yang kaku dan pernah recall akibat airbag yang rusak.

Konsumen juga masih ragu akan masa depan mobil listrik, yang pada akhirnya berbiaya lebih tinggi dibanding mobil berbahan bakar minyak/gas, dan ketakutan akan jarak tempuh mobil.

Dengan pengajuan pailit ini, Coda hanya mampu berdiri tiga tahun dalam upaya membangun mobil listrik bebas emisi yang pada waktu itu diperkirakan dapat menarik konsumen otomotif.

Waktu itu, banyak investor mendukung Coda dan berlomba-lomba mengalirkan investasi ke mobil listrik, diantaranya Aeris Capital dan mantan Menteri Keuangan AS, Henry Paulson.

Namun, daya tarik mobil listrik memudar seiring waktu dan Coda saat ini sedang berjuang untuk mencari pendanaan baru untuk tetap dapat hidup. Coda saat ini memiliki 40 karyawan aktif.

Selain Coda, pengembang mobil listrik lainnya Fisker Automotive juga sedang mempertimbangkan untuk pengajuan kebangkrutan. Anak perusahaan Fisker yang memproduksi baterai lithium-ion, A123 System Inc, telah bangkrut akhir tahun lalu.

Dengan kasus ini, otomatis tinggal Tesla Motor Inc yang masih bertahan dalam industri mobil listrik di AS. General Motors dan Nissan Motor Co menjadi berpikir ulang untuk berinvestasi di kendaraan listrik. (viv-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *