Polres Tulungagung Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu

Polres Tulungagung Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu

Bintang Pos, Tulungagung – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, Jawa Timur, berhasil menggagalkan sekaligus membongkar sindikat peredaran uang palsu di wilayah tersebut, setelah salah seorang kurir ditangkap berikut barang bukti upal senilai Rp95 juta.


“Peredaran uang palsu ini terbongkar setelah tim buru sergap kepolisian melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku yang diduga berperan sebagai kurir, di sekitar wilayah Ngujang,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto, Rabu.

Pelaku yang diyakini sebagai bagian dari sindikat peredaran uang palsu di wilayah Tulungagung dan Keresidenan Kediri tersebut diidentifikasi bernama Suwanto (46).

Ia menjelaskan Suwanto yang berdomisili di Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut tersebut dibekuk polisi pada Selasa (30/4), sekitar pukul 16.00 WIB di jalan raya Ngujang, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

Saat dicegat tim buru sergap, Suwanto kedapatan membawa uang palsu senilai Rp95 juta dalam bentuk pecahan Rp50 ribuan.

Di hadapan polisi yang menginterogasinya, Suwanto mengakui dirinya hanyalah berperan sebagai kurir.

Dia mengaku mendapat upah dari temannya yang berdomisili di wilayah Tulungagung, namun tidak disebutkan nilai jasa yang dia peroleh.

Rencananya, kata Suwanto, uang tersebut akan langsung dijual, tetapi dirinya keburu tertangkap polisi. “Uang itu sudah ada yang menerima, saya hanya kurir,” akunya.

Suwanto menyebut uang palsu senilai Rp95 juta itu nantinya akan dijual kepada seseorang dengan harga Rp26 juta uang asli.

Asal-usul uang palsu belum diketahui secara pasti, namun Suwanto menyebut bahwa bosnya mendapat puluhan juta uang palsu tersebut dari seseorang yang berdomisili di Jakarta.

“Saya sama sekali tidak tahu siapa yang membuat uang itu karena saya hanya disuruh teman saya untuk menukar uang tersebut dengan uang asli yang sebelumnya sudah dinegoisasi,” katanya.

AKBP Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, pihaknya saat ini masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan peredaran uang palsu tersebut.

Ia menyebut tersangka sebelumnya sudah menjadi target penangkapan oleh anggota dan tim buru sergap. “Saat ini polisi masih memburu pelaku lainya dalam kasus ini,” kata Kapolres. (ant-pgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *