Polisi Kediri dan DPKK Telusuri Peredaran Kunci Jawaban Unas

Polisi Kediri dan DPKK Telusuri Peredaran Kunci Jawaban Unas

Bintang Pos, Surabaya – Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) tingkat SMA, MA dan sederajat di Kota Kediri hari pertama telah dikacaukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan jalan menyebar kunci jawaban menyesatkan.

Sektretaris Dewan Pendidikan Kota Kediri (DPKK) Syamsul Umam membenarkan hal tersebut. Kunci jawaban menyesatkan mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut beredar ke sejumlah sekolah penyelenggaran Unas. “Aku belum melihat fisiknya, tetapi dapat laporan di lapangan katanya jawaban menyesatkan,” ujar Syamsul Umam, Selasa (16/04/2013).

Ada 20 soal berbeda dalam satu kelas, sehingga pria yang juga mantan wartawan itu menilai bahwa kunci jawaban itu sudah pasti menyesatkan. Dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang menghendaki Unas di Kota Kediri gagal.

Oleh karena itu, Syamsul Umam menghimbau kepada semua pihak, khususnya peserta Unas untuk tidak mempercayai adanya kunci jawaban yang beredar itu. Sampai hari kedua pelaksaan Unas, DPKK terus melakukan penelusuran mengenai peredaran kunci jawaban menyesatkan itu.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, menerima kabar adanya peredaran kunci jawaban pada pelaksanaan Unas hari pertama di Kota Kediri. Pihak kepolisian tengah menyelidiki kebenaran peredaran kunci jawaban itu.

Polres Kediri Kota akan menerjunkan ratusan personilnya untuk mengamankan jalannya Unas mulai hari pertama, Senin (15/04/2013) hingga selesai. Ratusan personil tersebut ditugaskan mulai pengambilan soal dari Surabaya, penyimpanan, distribusi ke setiap sekolah penyelenggaran hingga pengambilan hasil Unas di Kantor Dispendik Provinsi Jawa Timur.

Polres Kediri Kota menempatkan tiga personil di masing masing sekolah, selama berlangsung Unas. Penempatan personil untuk mencegah adanya kecurangan dalam Unas, yang kemungkinan dilakukan pihak sekolah maupun peserta.

Sedangkan peserta Unas di Kota Kediri sebanyak 9.606 dengan rincian SMA, MA 4.635 peserta dan SMK 4.971 peserta. Adapun jumlah penyelengara UN SMA sebanyak 20 lembaga, MA 5 lembaga dan SMK 24 lembaga sekolah.(bjt-kba)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *