Polisi Kediri Buru Penyebar Video Asusila Pelajar

Polisi Kediri Buru Penyebar Video Asusila Pelajar

Bintang Pos, Kediri – Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, memburu penyebar video asusila yang diduga dilakukan oleh pelajar wilayah kota tersebut yang terekam dalam kamera telepon seluler.
“Kami masih selidiki bagaimana ‘file’ bisa tersebar. Informasi awalnya, pelaku laki-laki ini akan pergi tapi tidak punya uang lalu menjual teleponnya,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kediri Kota AKP Siswandi di Kediri, Rabu.

Ia mengatakan, polisi sudah memeriksa pemeran perempuan dalam video tersebut. Ia diketahui masih pelajar di sebuah SMP di Kediri. Pelajar itu masih berusia 14 tahun. Sementara, yang pria diketahui berumur 19 tahun dan statusnya sebagai pengangguran.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, ternyata pelajar itu baru kenal dengan pasangan prianya sekitar satu pekan lalu. Namun, dengan bujuk rayu, akhirnya si remaja putri mau ketika diajak berhubungan layaknya suami istri. Lokasi merekea berhubungan
diketahui di sebuah rumah kosong yang ada di Perumahan Betet, Kelurahan Pesantren, Kota Kediri.

“Perkenalan lewat SMS (short message service/ pesan singkat) dan korban diajak ke rumah kosong dan terjadi yang demikian (hubungan suami istri),” ucapnya.

AKP Siswandi mengatakan, kedua pemeran dalam video dengan durasi sekitar tujuh menit 59 detik itu berasal dari Kelurahan Pesantren, Kecamatan Kota Kediri.
Saat ini, yang korban remaja putri sudah diperiksa, tapi yang pemeran laki-laki belum diketahui keberadaannya. Ia kemungkinan sengaja melarikan diri, karena videonya sudah tersebar dan ia masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi karena
kasus asusila tersebut.

Ia masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jika ada unsur pemaksaan dengan memberikan minuman keras pada remaja putri yang menjadi korban tersebut. Saat ini, polisi masih mencari pelaku remaja pria.

Polisi belum menahan pelaku perempuan. Ia hanya diperiksa, dia ia pun masih mendapatkan kawalan dari polisi untuk mengembalikan psikologisnya. Polisi juga mengancam akan menjerat jika ada warga yang diketahui menyebarkan rekaman dalam video tersebut dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui mengaku belum lama tahu tentang video tersebut. Mereka tahu penyebarannya lewat telepon seluler yang menggunakan fasilitas “bluetooth”.

“Dikabari sama rekan kalau ada video asusila. Prihatin, terlebih lagi sepertinya
mereka masih pelajar,” kata Lisman, salah seorang warga di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Ia berharap, polisi segera bertindak dan menangkap pelaku perekam video tersebut. Mereka khawatir adegan dalam video tersebut bisa merusak mental remaja lainnya, sehingga mereka melakukan hal yang sama seperti yang terekam dalam video
tersebut, berbuat asusila. (ant)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *