Polisi Diminta Tak Buru-buru Sebut Bajing Loncat Curi Dinamit

Polisi Diminta Tak Buru-buru Sebut Bajing Loncat Curi Dinamit

Bintang Pos, Jakarta – Polisi diminta tak buru-buru mengeluarkan pernyataan mengenai pelaku pencurian ratusan dinamit yang dibawa truk dalam perjalanan dari Subang ke Bogor.

Pengamat terorisme Noor Huda Ismail mengatakan, polisi sebaiknya tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa pelaku pencurian dinamit adalah kelompok bajing loncat. Apalagi, penyelidikan masih berlangsung sampai saat ini dan belum diketahui secara pasti kelompok mana yang menyebabkan hilangnya 250 batang dinamit dengan berat total 50 kilogram tersebut.

“Kelompok (teroris) Abu Roban masih berkeliaran di sekitar Jawa Tengah, Lampung, dan Poso. Bisa saja ada kemungkinan (dilakukan oleh teroris) untuk membalas serangan-serangan polisi pada mereka,” ujar Noor, Sabtu (29/6/2013).

Noor menyebutkan, hilangnya ratusan dinamit itu menunjukkan bahwa polisi teledor melakukan pengamanan. Menurut Noor, keteledoran ini bukan pertama kali terjadi. Polisi juga pernah kehilangan senjata di gudang senjata milik Brimob di Tantui, Ambon, pada tahun 2001. Saat itu, hampir 800 pucuk senapan serbu milik Polri dicuri kelompok teroris. Sebagian di antaranya bahkan dibawa ke Poso, Sulawesi Tengah.

Ratusan dinamit yang hilang itu diberangkatkan dari gudang bahan peledak PT MNK, Subang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2013). Dinamit hendak dikirimkan ke lokasi tambang PT Batusarana Persada di Desa Rengas Jajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Sesampainya di Cigudeg, Kamis (27/6/2013) pukul 07.30 WIB, baru disadari bahwa ada 250 batang dinamit yang hilang. Saat dicek, terpal penutup truk yang membawa dinamit diketahui sudah sobek. Dalam proses pengiriman dinamit tersebut, polisi mengakui hanya ada dua orang anggota Brimob yang mengawal.(kom)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *