Polisi Cari Otak Penjual Kunci Jawaban UN Rp 10 Juta

Polisi Cari Otak Penjual Kunci Jawaban UN Rp 10 Juta

Bintang Pos, Surabaya– Polrestabes mengembangkan beredarnya kunci jawaban ujian nasional yang beredar di sejumlah siswa SMK. Kunci jawaban tersebut dihargai Rp 10 juta.
Polisi sempat mengamankan puluhan siswa akibat jual-beli kunci jawaban ke sejumlah pelajar SMAK Frateran Jalan Kepanjen Surabaya.

Saat ini polisi telah memulangkan 12 pelajar tersebut. Namun, kasus masih dalam pengembangan atas beredarnya kunci jawaban.

Sementara dari pemeriksaan 12 pelajar di Satreskrim Polrestabes, ternyata para pelajar itu mengakui kalau untuk mendapatkan kunci seharga Rp 10 juta itu dibelinya dengan cara urunan atau patungan.

Terungkapnya kasus ini berawalnya dari anggota Satintelkam, dari situ perkara ditindaklanjuti oleh Satreskrim. Hingga anggota berhasil mengamankan delapan pelajar SMAK Frateran.

Selang selama pemeriksaan, akhirnya mengembang sampai polisi memanggil empat orang lagi untuk menjalani pemeriksaan.

Kabarnya dari 12 pelajar ini menyebutkan kalau ide untuk memperoleh atau beli kunci jawaban bermula dari salah pelajar yang bernama Alex.

Melihat harganya mahal, maka ditawarkan ke teman-temannya sampai mengumpul 12 orang. Tawaran itu pun disambut oleh teman-teman Alex. Uang urunan itu seihlasnya jadi tidak dipatok nilainya. Usai terkumpul lantas uang Rp 10 juta diserahkan ke Alex.

Informasinya dalam kepolisian, pemeriksaan Alex sendiri masih berkelit atas penjual kunci jawaban. Ada dugaan Alex tidak langsung berhubungan dengan penjual melainkan melalui kerabatnya.

Polisi pun masih kesulitan mendalami siapa orang diatas Alex yang terkait penjualan kunci jawaban itu.

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombespol Tri Maryanto mengatakan pihaknya belum meningkatkan status terhadap orang-orang yang diperiksa. Menurut dia pihaknya setelah memeriksa sejumlah saksi dari pelajar, langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya maupun Provinsi Jatim. Tujuannya untuk segera mendapatkan kepastian perihal akurasi jawaban tersebut. “Yang terpenting kami harus memastikan dulu akurasi dari kunci jawaban tersebut,” jelasnya.

Ketika mengetahui akurasi jawaban itu pihaknya bisa memastikan kasus itu bisa dilanjutkan atau tidak. Sehingga untuk 12 pelajar sudah dipulangkan ketika usai menjalani pemeriksaan.

“Tidak menutup kemungkinan kunci jawaban itu hanya ulah seseorang untuk meraup keuntungan saja, sehingga datanya hanya diawur,” paparnya. Jika nantinya kunci jawaban itu akurat, maka polisi akan melanjutkan proses penyelidikan dan menulusuri alur jual beli itu hingga akhirnya bisa sampai ke tangan pelajar SMK Frateran.(bjt-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *