PKB Surabaya Uji Komitmen Masduki-Mazlan

PKB Surabaya Uji Komitmen Masduki-Mazlan

Bintang Pos, Surabaya – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menguji komitmen dua anggota DPRD setempat yakni Masduki Toha dan Mazalan Mansur terhadap partai dengan mendatangi langsung ke gedung dewan, Kamis.
“Sejak pagi kita nunggu di sini. Kabarnya mereka tidak permah masuk ruang fraksi. Masuk kantor langsung ke Komisi,” kata Wakil Ketua DPC PKB Surabaya Satuham kepada wartawan di gedung DPRD Surabaya.

Namun, lanjut dia, pihaknya tidak menemui Masduki Toha maupun Mazlan Mansur ada di Komisi B dan Komisi D dan juga ruang Fraksi PKB.

Menurut dia, pihaknya menyesalkan sikap Masduki Toha dan Mazlan Mansur yang tidak mempunyai komitmen terhadap partai salah satunya dengan memperlambat proses pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Wakil Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf yang kini sedang mendekam di Lapas Porong atas kasus gratifikasi jasa pungut.

Untuk itu, lanjut dia, DPC PKB Surabaya mengancam akan memecat Masduki Toha dan Mazlan Mansur dari keanggotaannya sebagai anggota DPRD Surabaya dan tidak memproses pencalegannya karena dinilai tidak mengindahkan aturan partai.

Ia mengatakan pihaknya telah memberikan surat peringatan pertama kepada keduanya karena tiga kali dipanggil tidak datang. Panggilan tersebut berkaitan dengan sikap mereka yang dianggap memperlambat proses PAW Musyafak Rouf.

Satuham mengatakan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya yang digelar beberapa waktu lalu Masduki banyak menyampaikan pendapat tentang mekanisme PAW, namun justru mangkir ketika diminta datang ke kantor DPC PKB Surabaya. Bahkan, ketika dihubungi juga sulit.

“Banyak alasannya, sedang keluar kota, orang tua sakit, surat tidak nyampe dan lainnya,” katanya.

Satuham menegaskan, jika surat peringatan pertama ini tetap diabaikan, pihaknya kan memberikan surat peringatan kedua hingga ketiga. Surat peringatan kedua waktunya 1 x 24 jam setelah surat peringatan pertama di terima yang bersangkutan.

Saat akan menyampaikan surat peringatan pertama beberapa pengurus DPC PKB Surabaya mendatangi ruangan fraksi PKB di DPRD Surabaya. Namun, hasilnya mereka tidak menemui Masduki Toha dan Mazlan Mansur.

Satuham mengaku kecewa dalam proses PAW Musyafak Rouf karena dalam aturan tidak ada kewajiban mencantumkan lampiran dari fraksi, namun pihaknya tetap diminta pimpinan DPRD Surabaya memenuhinya. Alasan Ketua DPRD Surabaya saat ditemui beberapa pengurus DPC PKB, keputusan itu merupakan suara terbanyak dalam rapat banmus.

“Dalam banmus banyak yang menginginkan itu (lampiran dari fraksi), padahal dia turan tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya M. Machmud membenarkan jika pengurus DPC PKB Surabaya mendatanginya. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memutuskan sendiri karena semua itu tetap diputusakan dalam rapat banmus.

“Kami tetap memproses surat permohonan PAW itu. Masalahnya tetap saja surat itu dibahas dalam rapat banmus,” katanya.

Machmud mengatakan bahwa pihaknya menyarankan agar surat tersebut melalui fraksi PKB terlebih dulu agar tidak mendapat protes dari anggota banmus. “Meski secara aturan tidak ada, tapi kebiasaanya di sini seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Masduki Toha hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya tidak aktif. (ant)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *