Petugas Lapas Bojonegoro Waspada Pembesuk

Petugas Lapas Bojonegoro Waspada Pembesuk

Bintang Pos, Bojonegoro – Momen Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah, pembesuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Bojonegoro mengalami peningkatan sebanyak 50 persen lebih. Banyaknya peningkatan membuat petugas lebih waspada.

Kepala LP Kelas IIA Bojonegoro, Basyir Ramlan mengungkapkan selama pembesuk meningkat ditemukan salah seorang pembesuk membawa kartu tamu ganda.

Hal itu diduga merupakan modus pembesuk untuk membebaskan warga binaan dari balik jeruji besi. “Beruntung petugas cermat. Sehingga langsung diketahui,” ujar Ramlan, Minggu (10/08/2013).

Saat itu lanjut Ramlan, pembesuk membawa kartu tamu ganda dengan disembunyikan didalam jaket dan satu kartu tamu dikalungkan diluar.

Dua kartu tamu itu diduga merupakan modus pembesuk untuk membebaskan keluarganya yang ditahan.

“Bisa saja itu modus pembesuk. Akhirnya kita amankan dulu untuk menunjukkan kartu pengenal karena semua warga binaan di LP tidak ada KTP,” imbuhnya.

Sehingga untuk mengantisipasi adanya tindak kecurangan lagi pihaknya menambah petugas jaga pada saat momen besuk lebaran. Pembesuk sendiri sebagian besar merupakan wajah baru dari keluarga yang mudik lebaran. Pada hari lebaran pihak LP menambah jam kunjung (besuk,red).

Pada hari-hari biasa jam besuk dilakukan pada pukul 08.30 WIB hingga 10.30WIB. Namun pada momen lebaran dari pukul 08.00WIB sampai 12.00WIB. Bagi pembesuk sendiri tidak ada pembatasan. Ramlan menambahkan, jika pada hari raya semua tahanan kebanyakan dibesuk keluarganya untuk melakukan silaturahmi.

Salah seorang tahanan, M. Santoso mantan Bupati Bojonegoro periode 2003-2008 yang dijebloskan kedalam penjara selama lima tahun karena kasus korupsi dana APBD tahun 2007 senilai Rp 6 miliar itu mengaku sudah dibesuk oleh keluarganya. Selain dari pihak keluarga banyak dari rekan-rekannya juga yang membesuk. “Iya sudah dibesuk keluarga,” ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh kepala LP Bojonegoro Ramlan. Menurut Ramlan yang membesuk Santoso selain dari pihak keluarga juga banyak dari orang-orang terdekatnya dulu. “Banyak yang membesuk Santoso selain dari keluarga,” jelas Ramlan membenarkan statemen Santoso.

Seperti diketahui, selain harus menjalani hukuman penjara selama lima tahun, hakim MA juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp300 juta terhadap Santoso. Ia juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp3,4 miliar.(brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *