Perbaiki Berkas, Khofifah Gunakan Ketum-Wasekjen PPNUI!

Perbaiki Berkas, Khofifah Gunakan Ketum-Wasekjen PPNUI!

Bintang Pos, Surabaya – Jelang batas akhir penutupan penyerahan berkas perbaikan pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Jatim pada Minggu (16/6/2013) pukul 24.00 malam, terjadi perubahan kepengurusan di tubuh DPP PPNUI dan PK (pendukung Khofifah-Herman).

Kubu bakal pasangan calon gubernur-wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja mendatangi kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis Surabaya, Minggu (16/6/2013) pukul 14.00 siang.

Dari LO tim Khofifah yang menyerahkan berkas terakhir perbaikan adalah Ari Kusuma. Sedangkan, pihak KPU Jatim diwakili Sekretaris KPU Jatim Jonathan, sekaligus Sekretaris Pokja Pencalonan.

Ada empat berkas surat perbaikan yang diserahkan kubu Khofifah atas perubahan kepengurusan DPP PPNUI.

Surat pertama adalah Nomor KEP-29.106/DPP-PPNUI/VI/2013 tentang Perbaikan Surat Keputusan DPP PPNUI Nomor KEP-29.90/DPP-PPNUI/I/2013 tentang Pengesahan Susunan Pengurus DPW PPNUI Provinsi Jatim yang diteken 14 Juni 2013 oleh Ketua Umum Yusuf Humaidi dan Wasekjen Iman Sumantri. Surat sebelumnya, diteken Ketum dan Sekjen Andi William Irfan.

Surat kedua adalan surat penegasan pencalonan gubernur dan wagub (Khofifah-Herman) dari DPP PPNUI yang diteken Yusuf Humaidi dan Wasekjen Iman Sumantri, yang menegaskan dukung Khofifah-Herman dan diteken 14 Juni 2013.

Surat ketiga, berisi SK DPW PPNUI Jatim Nomor: KEP-48/DPW PPNUI/U/IV/2013 tentang perbaikan keputusan nomor KEP-45/DPW/-PPNUI/IV/2013 yang lama. Surat baru tetap diteken Ketua DPW Muhammad Maksum Zein dan Sekretaris DPW Budi Chidmadi pada 15 Juni 2013.

Surat keempat, penegasan dukungan dari DPW PPNUI Jatim yang diteken 16 Juni oleh Muhammad Maksum Zein dan Budi Chidmadi kepada pasangan Khofifah-Herman.

LO tim Khofifah-Herman, Ari Kusuma kepada wartawan mengatakan, pada Jumat (14/6/2013) lalu, pihaknya juga telah menyerahkan SK perbaikan dari DPP Partai Kedaulatan (PK). Surat pernyataan penegasan dukungan Khofifah-Herman diteken Ketua Umum Denny M Chilah dan Wasekjen Widiyal Fitri Zulkarnaen. Untuk pengurus DPW PK Jatim tetap dipegang Ahmad Isa Noercahya dan KM Rosadi.

Untuk diketahui, dari kubu pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), DPP PPNUI dipegang Plt Ketua Umum Emir El Zuhdi Batubara dan Sekjen Andi William Irfan. Sedangkan, untuk DPP PK menggunakan tandatangan Ketua Umum Denny M Chilah dan Sekjen Restianrick Basirun.

“Ini akan menjadi dokumen administratif KPU Jatim semua. Kami belum berani menyimpulkan pihak DPP PPNUI dan PK mana yang sah dukungannya dalam pilgub. Kami masih harus verifikasi dan baru bisa menggelar pleno pada 8-14 Juli 2013. Bisa saja sebelum 14 Juli sudah ada keputusan soal dualisme PPNUI dan PK,” tegas Jonathan.

Apakah masih ada peluang untuk Khofifah-Herman lolos? “Peluang Khofifah masih terbuka, jika bisa merangkul Sekjen PPNUI dan PK kembali ke ‘jalan yang benar’ bersama Ketua Umum mendukungnya. Peluang kedua, merubah kepengurusan sesuai AD/ART parpol dan kaidah hukum,” tutur Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad ketika mengumumkan pleno pertama pada Senin (10/6/2013) dini hari lalu.

Seperti diketahui, pilgub Jatim ini PK dan PPNUI terjadi dualisme dukungan. Dukungan dua parpol itu memiliki dampak yang siginifikan terhadap pasangan Khofifah-Herman untuk lolos dalam pilgub Jatim pada 29 Agustus.

Tanpa dua parpol tersebut, Khofifah-Herman bakal kandas karena dukungan parpol kurang dari 15 persen seperti yang disyaratkan oleh KPU. Perolehan suara PPNUI hasil pemilu 2009 mencapai 0,24 persen dan PK memiliki 0,50 suara sah. Total dukungan Khofifah-Herman saat mendaftar di KPU Jatim mencapai 15,55 persen. Tapi, jika dikurangi dua parpol itu hanya tersisa 14,81 persen.(brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *