Penutupan Pabrik Sampoerna Tak Terelakkan

Penutupan Pabrik Sampoerna Tak Terelakkan

Jakarta  – PT HM Sampoerna Tbk akan menutup dua pabriknya di Jember dan Lumajang mulai awal Juni mendatang. Penutupan tersebut karena pangsa pasar rokok kretek yang diproduksi pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) pabrik tersebut mengalami penurunan signifikan saat ini.Sabtu 17 Mei 2014, Menteri Perindustrian MS Hidayat, mengatakan, penutupan pabrik tersebut tidak bisa dihindari. Penurunan pangsa pasar produk rokok kretek berdampak pada kinerja bisnis Sampoerna, dan jika tidak dilakukan dapat membahayakan keuangan perusahaan.

Dia mengatakan, rencana penutupan pabrik tersebut sudah dilaporkan dan didiskusikan dengan kementeriannya. “Iya betul (penutupan pabrik), dia (Sampoerna) ingin memperkecil sizenya,” ujar Hidayat.

Akibat tutupnya pabrik tersebut, sebanyak 4.900 karyawan Sampoerna terancam menjadi pengangguran. Hidayat mengatakan, kementeriannya akan berkoordinasi dengan otoritas terkait lainnya agar masalah tersebut dapat diselesaikan.

“Itu yang ingin kami cegah (pengangguran) tapi kadang-kadang memang tidak bisa dielakkan,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam keterangan resmi yang dikeluarkan hari ini, Sekretaris Perusahaan Sampoerna, Maharani Subandhi mengungkapkan, penurunan pangsa pasar SKT terus menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2013 penurunannya terjadi sebesar 23,1 persen.

Hal tersebutlah menurutnya yang menjadi alasan utama penutupan kedua pabrik tersebut. Dan kegiatan produksi SKT akan di fokuskan di pabrik Sampoerna lainnya di Surabaya.

Sementara itu, terkait dengan pemecatan 4.900 karyawan di dua pabrik itu, lanjut Maharani, perusahaan telah memberikan bantuan selama melewati masa-masa sulit yang dialami sebelum mendapat pekerjaan kembali. Tidak hanya itu, Tunjangan Hari Raya (THR) juga dipastikan akan diberikan. vns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *