Pemprov Jatim Siapkan Subsidi Angkutan Barang

Pemprov Jatim Siapkan Subsidi Angkutan Barang

Bintang Pos, Surabaya – Pemprov Jatim menyiapkan sejumlah langkah menjelang kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Pasalnya, lonjakan harga dipastikan terjadi mengiringi kenaikan harga bahan bakar tersebut. Apalagi, saat ini berdekatan dengan Ramadan dan tahun ajaran baru sekolah. Salah satunya adalah menyiapkan subsidi untuk angkutan barang.

Pernyataan itu ditegaskan oleh wakil gubernur Jatim, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, usai menghadiri peringatan tujuh tahun meninggalnya HM Syifa di Jombang Sabtu malam (15/6/2013). “Kami sudah menyiapkan langkah-langkah guna mengatisipasi kenaikan harga BBM,” kata Gus Ipul menjelaskan.

Menurut Gus Ipul, ada tiga langkah yang telah disiapkan Pemprov Jatim. Yakni, pertama mencegah melambungnya harga sembako.
Strategi kedua, katanya, mencegah bertambahnya angka pengangguran. Dan terakhir, mencegah bertambahnya angka kemiskinan.

Untuk mencegah naiknya harga sembako, menurut Gus Ipul, pemprov sudah menyiapkan subsidi angkutan barang pengangkut sembako. Hanya saja, dia belum berani menyebutkan berapa besaran subsidi itu. Alasannya, saat ini masih akan dibahas dengan dewan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan operasi pasar.

Dia melanjutkan, naiknya harga BBM dipastikan bakal meningkatkan ongkos produksi usaha. Jika tak diantisipasi, itu bisa memicu PHK. “Untuk ini kita terus memacu pertumbuhan ekonomi Jatim yang sekarang ini sudah diatas rata-rata nasional,” paparnya.

Wakil gubernur menyebut, pertumbuhan ekonomi Jatim tahun ini sudah menyentuh angka 7,2 persen. Angka tersebut, lanjut Gus Ipul, di atas rata-rata nasional yang mencapai 6,2 persen. “Untuk mencegah PHK, pertumbuhan ekonomi terus kita genjot dengan meningkatkan promosi wisata, membuka pasar produk Jatim hingga keluar negeri dan membuka kran investasi lebih luas di Jatim,” urainya.

Mantan Ketua Umum GP Ansor ini menambahkan, jika tidak diantisipasi, melambungnya harga pasca kenaikan BBM bisa membuat masyarakat kian sulit mengakses pendidikan dan layanan kesehatan, karena kebutuhan sehari-harinya sulit terpenuhi. Untuk itu, pemprov juga akan mengawal program BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat), dan menyiapkan program pendampingnya dari Jatim.

Diantara program pendamping BLSM yang disiapkan yakni pelatihan wira usaha bagi penerima BLSM. Agar dengan bantuan yang diterima itu, mereka bisa memulai langkah jadi wirausaha untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Selain Gus Ipul, sejumlah tokoh juga hadir dalam haul ke tujuh, HM Syifa. Diantaranya KH Dimyati Romli (mursyid thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang juga ketua pengasuh PP Darul Ulum Rejoso), KH Sulton Abdul Hadi (ketua dewan syuro PKB Jombang yang juga salah satu pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas), KH Ruhan Sanusi (Ketua DPP Penyebar Salawat Wahidiyah), dan Irsyad Yusuf (bupati terpilih Pasuruan), Nyono Suherly (bupati terpilih Jombang) dan Hj Mundjidah Wahab.

Almarhum HM Syifa meninggal 15 Juni 2006 meninggalkan tujuh anak, 21 cucu dan satu cicit. Salah satu putrinya yakni Ummu Fatma yang dinikahi Gus Ipul. (bjt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *