Pemkab Bangkalan Antisipasi DBD, Imbau Masyarakat Terapkan 3M

Pemkab Bangkalan Antisipasi DBD, Imbau Masyarakat Terapkan 3M

Bintangpos.com, Bangkalan – Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat memasuki musim hujan. Nah, ada cara mencegah demam berdarah dengue yang penting untuk diketahui agar Anda dan keluarga terhindar dari penyakit ini.

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini bertelur dan berkembang biak di genangan air, sehingga banyak terdapat pada musim hujan.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengungkapkan , angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangkalan membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat harus melakukan antisipasi. ” Saya menghimbau masyarakat agar melakukan langkah 3M. Yakni, Menutup, Mengubur, Menguras,” ujarnya.

“Program 3M merupakan langkah pemerintah untuk mencegah penularan virus dengue di tengah masyarakat. Program ini meliputi membersihkan tempat penampungan air, seperti bak kamar mandi, kolam ikan, dan vas bunga, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” terangnya.

Dijelaskannya, Selain itu, selalu rutin memberikan abate sebagai penanganan jumantik di masing-masing rumah.  Dinkes Bangkalan  juga akan menggerakkan kader di setiap Puskesmas yang sudah terbentuk untuk bisa membantu menangani antisipasi penyebaran DBD.

Sudiyo mengatakan, belum genap sebulan di tahun 2022, kasus yang disebabkan akibat serangan nyamuk aedes aegypti itu sudah mencapai 10 kasus. Menurutnya, puluhan korban DBD terhitung sejak tanggal 1 hingga 7 Januari. Jumlah kasus paling dominan dari Kecamatan Kamal.

Dalam kurun waktu sepekan, terdapat tiga kasus DBD. Kemudian, Kecamatan Burneh, Sukolilo, dan Modung masing-masing dua kasus. Terakhir dari Bangkalan satu kasus DBD.

“Penyumbang tertinggi dari Kecamatan Kamal. Kalau tahun 2021 kemarin, dalam setahun ada 119 kasus, 19 kasus dilaporkan ke Puskesmas Kamal,” ujarnya.

Menurutnya kasus DBD memang kerap terjadi di awal musim penghujan. Bahkan sebarannya rentan terjadi setiap tahun, meski sudah dilakukan berbagai upaya sosialisasi di setiap desa.

“Sudah kami lakukan pada pelaksanaan posyandu, posbindu, desa siaga dan PKK. Kemudian kami juga sudah koordinasi dengan pemerintah desa melalui tim pelaksana dan kader,” responnya. Pemk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *