Pegadaian Jadi Alternatif Pembiayaan UMKM

Pegadaian Jadi Alternatif Pembiayaan UMKM

Bintang Pos, Surabaya – Sampai saat ini masih banyak pelaku usaha mikro, kecil, menengah UMKM yang belum menikmati fasilitas pembiayaan atau kredit perbankan.

Hal ini karena banyaknya pelaku UMKM yang belum bankable atau layak mendapat kredit sesuai standar bank. Selain itu UMKM juga masih minim akses ke perbankan.

Untuk itu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar menggandeng lembaga keuangan non-perbankan, untuk menjadi lembaga pembiayaan alternatif bagi para pelaku UMKM.

“Dasar itulah yang membuat kami bersinergi dengan PT Pegadaian,” kata Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Soetisno, di Gedung Wahana Bhakti Pos, Jalan Banda Bandung, Kamis (28/3).

Di tempat yang sama, Direktur Bisnis II PT Pegadaian, Sumanto Hadi, menegaskan, pihaknya mendukung perkembangan sektor UMKM dengan menyiapkan skema pembiayaan yang lebih mudah dan cepat bagi para pelaku UMKM.

Skema itu, kata Sumanto, bukan termasuk penyaluran dana melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) namun melalui dua skema alternatif yaitu kredit cepat dan aman (KCA), dan Kredit Angsuran Sistem Fidusia (Kreasi).
Sistem Fidusia berarti agunan untuk pinjaman cukup dengan BPKB sehingga kendaraan masih bisa digunakan untuk usaha.

Menurutnya, dua skema ini dapat lebih memudahkan seluruh lapisan masyarakat Termasuk para pelaku UMKM, untuk memperoleh pembiayaan. “Bahkan, kami menyiapkan skema baru. Tapi, maaf, kami belum dapat mengeksposnya,” ujar Sumanto.

Dijelaskan Sumanto, KCA merupakan kredit bersistem gadai yang cepat dan bagi seluruh kalangan dengan perhitungan bunga proporsional selama masa pinjaman.
“Agunannya perhiasan emas atau barang lain. Nilai pinjaman dapat mencapai Rp 200 juta dengan pengenaan jasa pinjaman yang dihitung per-15 hari. Jangka waktunya 120 hari dan bisa diperpanjang,” katanya.

Sementara skema Kreasi, berupa kredit berangsuran bulanan. Kredit ini bagi pengembangan UMKM yang nilai pinjamannya sampai Rp 100 juta. “Prosesnya cepat, hanya tiga hari. Tenor pinjamannya, 12, 18, 24, dan 36 bulan,” katanya.

Berbicara tentang proyeksi tahun ini, Sumanto menyatakan, untuk gadai, pihaknya menargetkan omzet senilai Rp 101 triliun, baik sistme konvensional maupun syariah. Tahun lalu angkanya 97 triliun.

“Kami pun memproyeksikan market share naik. Saat ini, kami merebut 78 persen pasar gadai nasional. Tahun ini, keinginan kami naik menjadi 84 persen,” ujarnya.(trb-kba)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *