Pedagang: Harga Beras Naik Jika BBM Naik

Pedagang: Harga Beras Naik Jika BBM Naik

Bintang Pos, Surabaya – Sejumlah pedagang di Bojonegoro, Jatim, memperkirakan harga beras akan ikut naik jika pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) karena biaya angkut naik.
“Kenaikan harga solar akan memicu naiknya biaya angkutan kendaraan bermotor yang berbahan bakar solar,” kata seorang pedagang beras di Pasar Banjarjo, di Desa Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Sakip, Jumat.

Ia memperkirakan kenaikan harga beras bisa mencapai Rp500/kilogram, bahkan bisa lebih kalau harga solar naik menjadi Rp6.000/liter lebih.

“Kalau saat ini biaya angkutan beras masih belum ada kenaikan, meskipun seringkali solar langka,” kata Sakip yang dibenarkan pedagang beras lainnya juga di pasar setempat Ny. Waris.

Ditemui terpisah, seorang pedagang beras di Pasar Banjarjo Arif Rochmawan juga membenarkan kemungkinan harga berbagai macam jenis beras akan naik kalau BBM naik.

Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki keingginan menimbun beras dengan alasan kualitas beras pada panen tanaman padi musim hujan tahun ini kualitasnya tidak terlalu bagus. Kualitas beras tidak terlau bagus yang disebabkan pengaruh serangan hama potong leher, juga seringnya hujan turun.

Selain itu, lanjut dia, memperoleh beras dalam jumlah besar juga sulit, sebab panen tanaman padi di daerah setempat juga Tuban sudah mendekati rampung.

Ia mengaku pada awal panen bisa memperoleh beras yang dibeli dari pedagang di lapangan sekitar 8 ton/hari, namun saat ini turun hanya sekitar 4 ton/hari, sejak sepekan terakhir.

“Warna beras yang saya beli ada hitamnya tidak bisa bersih, tapi harganya justru naik, sejak sepekan lalu,” ujar Sakip yang dibenarkan Arif.

Sementara ini, harga pembelian harga beras panenan baru yang semula Rp6.700/kilogram naik menjadi Rp6.800/kilogram, dan harga beras bagi warga miskin yang semula Rp6.200/kilogram naik menjadi Rp6.300/kilogram.

Menurut Arif, harga beras poles super produksi Tuban dan Bojonegoro yang saat ini harganya mulai Rp7.500 sampai Rp8.500/kilogram juga naik sekitar Rp100/kilogram dibandingkan dengan sepekan lalu.

Ia mencontohkan beras poles super Cap Terate produksi Tuban, yang saat ini harganya Rp7.500/kilogram, sebelumnya Rp7.400/kilogram.

“Para pedagang di sini menjual kembali ke konsumen rata-rata mengambil untung sekitar Rp200/kilogram. Tapi harga penjualan para pedagang beras di Pasar Banjarjo selalu lebih rendah sekitar Rp200/kilogram dibandingkan dengan harga beras di Pasar Kota Bojonegoro,” kata Arif. (ant-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *