PDIP sampaikan rasa prihatin kepada Atut

PDIP sampaikan rasa prihatin kepada Atut

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku prihatin dengan ditetapkannya Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Alat Kesehatan dan Pilkada Kabupaten Lebak.“PDIP menyampaikan rasa prihatin atas keputusan KPK tersebut meskipun tidak diharapkan sama sekali,” kata Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon di Gedung DPR RI di Jakarta, Selasa.

Bagaimanapun, kata Effendi, PDIP juga mengusung Ratu Atut sebagai gubernur dan berpasangan dengan Rano Karno.  “PDIP adalah partai yang mengusung Ratu Atut,” kata dia.

Terkait peluang Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, yang kemungkinan akan menggantikan posisi Ratu Atut sebagai gubernur, Effendi menyatakan dalam UU sudah diatur ketentuan bila gubernur berhalangan tetap, maka akan digantikan oleh wakilnya.

“Aturan dan mekanismenya sudah ada, tinggal dijalankan,” ujar Effendi.

Yang pasti, bila memang Rano Karno memimpin Banten, dirinya yakin tidak ada penolakan terhadap Rano Karno meskipun untuk beberapa kepada daerah masih ada hubungan dekat dengan Ratu Atut.

“Rano Karno mampu menjalankan roda pemerintahan di Banten meskipun saat ini beberapa bupati dan walikota merupakan orang-orang Atut. Saya kira tidak akan terjadi penolakan terhadap Rano saat menjadi menjadi gubernur Banten nantinya. Masyarakat Banten juga memiliki wawasan yang luas dan tidak lagi memilah-milah,” kata dia.

Dari sisi politik, Effendi ada keuntungan yang didapat oleh PDIP, yakni popularitas dan elektabilitas partai.

“Sangat mungkin PDIP mengalahkan  Golkar di Banten bilamana Rano Karno jadi gubernur. Rano sangat memberikan dampak positif bagi perolehan suara PDIP di Banten pada Pemilu 2014,” kata Effendi mengakhiri.atr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *