Pakde Dinilai Kurang Merakyat

Pakde Dinilai Kurang Merakyat

Bintang Pos, Surabaya – Lembaga survei Proximity selain mengumumkan tingkat popularitas dan elektabilitas para bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim, juga meneliti alasan masyarakat untuk suka dan tidak suka kepada kandidat.
“Jadi, ini murni jawaban dari 1.200 responden tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jatim yang kami survei. Jawabannya pun sesuka mereka,” kata Dirut Proximity Whima Edy Nugroho, Kamis (20/6/2013).

Masyarakat suka atas sosok cagub incumbent Pakde Karwo, karena mayoritas responden menjawab gubernur ini sering turun ke masyarakat (27,7 persen). Sisanya beralasan karena tegas (7,5 persen), berwibawa (7,1 persen), pembangunan berhasil (6,8 persen), kinerja bagus (5 persen), tidak tersangkut kasus hukum (4,8 persen), berpengalaman (4,7 persen), peduli rakyat kecil (4,6 persen), ramah (4,5 persen), dermawan (4,4 persen), kepala daerah sekarang (4 persen), bijaksana (2,8 persen), jujur (2,8 persen) dan memberi bantuan (2,3 persen).

Mereka responden yang tidak suka Pakde Karwo karena dianggap kurang merakyat (45 persen), sisanya  menilai kurang perhatikan rakyat kecil (15 persen), bukan putra daerah (10 persen), kurang populer (10 persen), kinerja kurang bagus (10 persen), egois (5 persen) dan pembangunan kurang berhasil (5 persen).

Sementara untuk figur Khofifah Indar Parawansa, disukai responden terbanyak karena alasan dirinya orang NU (21,6 persen). Kemudian, karena berpendidikan/pandai/cerdas (18,3 persen). Sisanya, karena sebagai tokoh perempuan (9,6), sering turun ke masyarakat (9,4), agamis (7,6), ramah (5,1), jujur (4) dan tegas (2,5).

Khofifah juga tidak disukai responden dengan alasan kurang merakyat (21,3 persen). Sisanya, karena kurang pengalaman, kurang perhatikan rakyat kecil, terlalu ambisius, karena wanita, kurang tegas, kurang paham daerah lokal, kurang ramah, kurang populer, kinerja kurang bagus, kurang cocok jadi pemimpin, kurang mengerti pemerintahan, program kurang jelas dan terlalu banyak janji.

Kemudian, untuk figur bacagub PDIP Bambang DH disukai terbesar oleh responden yang menjawab karena BDH adalah orang PDIP (21,6 persen) dan kepemimpinan bagus (21,6). Sisanya karena dinilai sering turun ke rakyat (8,1), tegas (8,1), peduli rakyat kecil (6,8), berpengalaman (5,4), berpendidikan (5,4), ramah (2,7), kinerja bagus (2,7), jujur (2,7), tak tersangkut kasus hukum/KKN (2,7), berwibawa (2,7) dan tahu nama/gambar saja (2,7).

Responden tidak suka dengan mantan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya ini karena dianggap kurang merakyat (41,7 persen), kurang populer (41,7), kurang pengalaman (8,3) dan kinerja kurang bagus (8,3).

Diberitakan sebelumnya, survei Proximity juga menunjukkan sebanyak 81,3 persen belum mengetahui bahwa tanggal 29 Agustus 2013 akan diselenggarakan pemilukada Jatim langsung oleh rakyat. Hanya 18,7 persen menyatakan sudah mengetahui.

Menariknya lagi, ada 87,4 persen juga belum mengetahui atau belum mengenal nama-nama calon gubernur Jatim 2014-2019. Hanya 12,6 persen sudah mengetahui nama-nama yang beredar. (brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *