Nilai Kerugian akibat Narkoba Capai Rp48,2 Triliun

Nilai Kerugian akibat Narkoba Capai Rp48,2 Triliun

Bintang Pos, SurabayaPermasalahan narkoba di Indonesia tidak hanya berdampak negatif pada bidang sosial, tetapi juga menimbulkan kerugian besar dalam bidang ekonomi dan ketahanan bangsa.

Dikutip dari situs BNN, Kamis (9/5/2013) kerugian ekonomi yang diakibatkan permasalahan Narkoba pada 2011 mencapai Rp48,2 triliun yang terdiri atas Rp44,4 triliun biaya pribadi (private), dan Rp3,8 triliun biaya sosial.

Jawa Timur tetap merupakan provinsi yang memiliki tingkat kerugian ekonomi tertinggi mencapai Rp9,5 triliun di 2011, diikuti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. Sebaliknya, kerugian ekonomi terendah adalah Irian Jaya Barat mencapai Rp65 miliar.

Deputi pencegahan BNN Yappi Manafe mengemukakan, sesuai hasil penelitian BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2011, angka prevalensi (penyalahgunaan narkoba) nasional adalah 2,2 persen atau 3,8 juta orang dari keseluruhan jumlah penduduk, di bawah angka proyeksi 2,32 persen (4 juta orang).

Angka tersebut menurut Yappi, menunjukkan terjadinya penurunan dan mengindikasikan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tanah air memperoleh hasil yang signifikan.

Namun, dia mengingatkan pada 2015 angka prevalensi itu bisa meningkat menjadi 2,8 persen (5,1 juta orang) jika seluruh komponen bangsa tidak melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan yang komprehensif. (oke-kba)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *