Nasib Khofifah-Herman Ditentukan Hari Ini

Nasib Khofifah-Herman Ditentukan Hari Ini

Bintang Pos, Surabaya – Nasib pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja ditentukan pada rapat pleno KPU Jatim tentang penetapan calon, Minggu (14/7/2013) hari ini.

Nasib tiga pasangan lainnya sudah jelas. Calon petahana yang didukung 10 parpol parlemen dan puluhan parpol non parlemen Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), pasangan PDIP Bambang DH-Said Abdullah dan pasangan independen Eggi Sudjana-M Sihat hampir pasti lolos maju pilgub Jatim 29 Agustus 2013. KPU Jatim pada hari ini juga akan mengumumkan hasil tes kesehatan keempat pasangan.

Kita seminggu terakhir sudah disuguhi aksi unjukrasa massa pro-kontra Khofifah-Herman. Mereka sama-sama menghendaki netralitas dan ketegasan dari KPU Jatim dalam memutus nasib pasangan yang didukung PKB dan lima parpol non parlemen itu. Massa pro Khofifah menuding kalau Khofifah-Herman tidak diloloskan, berarti KPU telah diintervensi dan disuap.

Sedangkan, massa kontra Khofifah dari MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Surabaya minta KPU tegas. Kalau memang syarat dukungan tidak cukup 15 persen dan terganjal aturan hukum akibat dualisme kepengurusan, ya jangan dipaksakan lolos.

Pasangan Ketua Umum PP Muslimat NU-mantan Kapolda Jatim itu mempunyai total suara dukungan 15,55 persen saat mendaftar. Mereka terancam gagal lolos, jika ternyata dukungan PPNUI (0,24 persen) dan PK (0,50 persen) dianggap tidak memenuhi syarat (TMS). Ini karena dua parpol non parlemen itu juga mendukung pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa). Jika dikurangi dua parpol itu, suara pasangan dengan tagline Jatim Berkah ini hanya tersisa 14,81 persen, kurang dari syarat minimal 15 persen.

Jika pleno hari ini tidak bisa mengambil keputusan, maka jalan terakhir adalah pengambilan keputusan lewat voting para komisioner KPU Jatim yang berjumlah lima orang. “Memang bocorannya, Khofifah-Herman bakal diloloskan. Itu juga kalau petanya tidak berubah di KPU Jatim, tiga orang komisioner ke Khofifah dan dua orang tidak. Kalau berubah, ya kemungkinan besar gagal diloloskan,” ujar sumber yang mewanti-wanti tidak mau disebutkan namanya ini.

Menjelang pelaksanaan pleno tentang penetapan pasangan calon yang lolos, KPU Jatim masih mendapat tambahan berkas dokumen. Hingga saat ini, KPU Jatim menerima dua surat yang saling bertolak belakang.

Yang pertama adalah ketika LO (liaison officer) pasangan Khofifah-Herman menyerahkan surat pernyataan yang diklaim berasal dari Ketua DPD Partai Kedaulatan (PK) Jatim Ahmad Toni Dimyati. Ahmad Toni ini adalah ketua DPW PK Jatim yang mendukung Karsa.

Namun berikutnya, giliran Sekretaris DPD PK Jatim Mahsun Azis yang menyerahkan surat ke KPU Jatim bernada sebaliknya. Bahwa, dia meragukan kebenaran surat yang diklaim dari Ahmad Toni Dimyati ersebut. “Sudah kami serahkan surat resmi ke KPU yang menerangkan bahwa dukungan kami ke Karsa tidak berubah,” tutur Mahsun.

Sebelumnya, PK adalah salah satu dari dua partai bersama PPNUI yang mempunyai dukungan ganda (Karsa dan Khofifah-Herman) dalam pendaftaran pilgub Jatim 2013 kali ini.

Mahsun juga mengatakan bahwa banyak kejanggalan terkait surat tersebut. Yang pertama, Toni sudah menghilang selama tiga hari tanpa keluarganya pun tahu. Dan yang kedua, sebulan sebelumnya, Toni bahkan sempat melakukan testimoni resmi yang direkam, bahwa dirinya sempat didekati pasangan calon lain dengan iming-iming uang agar partainya yang sudah mengusung Karsa berpindah ke calon tersebut.

“Jadi, saya heran. Kenapa kok tiba-tiba seperti ini. Mosok tergoda tawaran pasangan calon lain?” tanyanya.

Ahmad Toni sendiri belum bisa dikonfirmasi. Dua nomor ponselnya sudah tak aktif. Pesan pendek yang dikirimkan pun juga tak berbalas.

Di bagian lain, surat-surat tersebut tampaknya juga tidak akan berpengaruh apa-apa. Karena, surat tersebut diserahkan sesudah melewati batas masa perbaikan berkas, yang selesai pada 16 Juni 2013 lalu. “Saya belum melihat suratnya. Tapi, pada prinsipnya, pengajuan perbaikan sudah lewat masanya. Juga, bahkan ketika usai mendaftar, dukungan tak bisa dicabut dan dialihkan begitu saja,” tegas Ketua Pokja Pencalonan KPU Jatim Agung Nugroho.

Pria yang juga menjabat sebagai Komisioner KPU Jatim Divisi Hukum, Sumber Daya, dan Pengawasan tersebut mengatakan bahwa bila dibebaskan begitu saja, maka bisa-bisa tak akan ada habisnya partai-partai berganti pasangan calon. “Bisa nggak selesai-selesai sampai coblosan, karena dukungan partai terus berganti,” tambahnya.

Dia menjelaskan, surat yang diklaim dari Ketua DPD PK Jatim tersebut dan surat balasan dari sekretarisnya yang bernada sebaliknya tetap diterima dan hanya diperlakukan sebagai dokumen. “Bukan materi yang dijadikan bahan atau dasar pengambilan keputusan,” terangnya.

Di bagian lain, Komisioner KPU RI Arief Budiman mengatakan bahwa surat dari KPU RI sudah dikirimkan. “Saya belum tahu pastinya kapan. Tapi, yang jelas, sebelum pleno digelar surat jawaban dari konsultasi terkait dualisme dukungan dalam pilgub Jatim sudah tiba,” terangnya.

Selain itu, Arief mengatakan bahwa soal keputusan sepenuhnya merupakan kewenangan dari KPU Jatim. “Dan saya yakin bahwa semuanya akan ikut pada aturan main yang ada. Ini bukan keputusan yang harus berdasarkan aturan. Bukan pada tekanan di luar atau pun lobi-lobi politik,” tuturnya.

Kepala Kantor Media Center pasangan Karsa, Anang Supriyono mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPU. “Kami berharap bahwa semua pihak tidak menggunakan cara-cara kotor dan mengintervensi KPU,” tegasnya.

Sekretaris DPW PKB Jatim Thoriqul Haq tetap menyatakan optimismenya bahwa pasangan yang diusungnya Khofifah-Herman tetap lolos. “Saya tak perlu banyak omong lagi. Fokus kami sudah pada upaya pemenangan. Bukan lolos atau tak lolos,” pungkasnya. (bjt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *