Minta restu, Cak Imin & Khofifah bersimpuh di makam Gus Dur

Minta restu, Cak Imin & Khofifah bersimpuh di makam Gus Dur

Bintang Pos, Surabaya – Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan bakal calon gubernur, Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah pengurus PKB, menyambung spirit kemenangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013 dengan berziarah ke makam para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/6).

Sebab, perjuangan para pendiri NU ini, bakal menjadi sumber inspirasi bagi Cak Imim, sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar dan Khofifah di perhelatan Pemilu 2014 dan Pilgub Jawa Timur 2013.

Rombongan Cak Imin dan Khofifah ini, bersimpuh menggelar doa di makam pendiri NU, Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari yang bersebelahan dengan makam pendiri PKB, yaitu KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang. Doa ini adalah memohon restu jelang Pilgub Jawa Timur, yang akan digelar pada 29 Agustus mendatang.

“Ziarah ini dalam rangka doa jelang pelaksaan Pilkada Jatim. Semoga mendapat barokah, karena perjuangan PKB adalah untuk meneruskan perjuangan Ahlusunnah wal Jamaah. Selain itu, agar perjuangan Khofifah sebagai yang mewakili NU terasa lebih ringan,” ungkap Sekjen DPP PKB Imam Nahrawi yang juga ikut dalam rombongan saat dikonfirmasi.

Imam Nahrawi juga menceritakan, sebelum menggelar ritual ziarah, Cak Imin dan Khofifah bersilaturahim dengan keluarga besar Ponpes Tebuireng yang diwakili KH Sholahudin Wahid atau Gus Solah yang juga adik kandung Gus Dur. “Hadir juga Ketua LPP DPP PKB Saefullah Maksum, Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dan jajaran pengurus serta kader PKB lainnya,” katanya.

Selanjutnya, setelah menggelar doa bersama, dikatakan Imam Nahrawi, Cak Imin menegaskan bahwa ziarah kubur ke makam para Mahaguru Nahdliyin bermakna penting. “Kita jadikan semangat Mbah Hasyim dan Gus Dur untuk menggerakkan spirit PKB agar mengantar Khofifah semakin optimis menang di Pilkada Jatim,” kata Imam Nahrawi menirukan kalimat Cak Imin.

Sementara itu, Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU mengatakan, kalau kita pamit sama Gus Dur, memang caranya seperti itu karena ruhnya Gus Dur masih hidup. “Ini menjadi tawassul pertama, sopan santunnya begitu,” tegasnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Gus Dur ini juga mengaku punya cara khusus saat menziarahi makam gurunya itu. “Setelah selesai memegang pusara Gus Dur, biasanya air mata saya berderai,” akunya.

Saat itulah, menurut si Bunda Muslimat itu, batinnya selalu membisik bahwa seorang penganut paham humanis terkubur di pusara tadi. “Gus Dur lebih senang disebut humanis ketimbang pluralis. Janganlah menghilangkan nyawa seseorang. Itulah pesan yang saya tangkap dari pemikiran Gus Dur,” terang Khofifah.

Selanjutnya, usai berziarah, rombongan PKB dan Khofifah ini akan menghadiri acara Harlah PKB ke-15 di alun-alun Jombang yang juga dihadiri Rhoma Irama dan Soneta Grup.(mdk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *