Mahasiswa bidikmisi Unijoyo terbanyak se-Indonesia

Mahasiswa bidikmisi Unijoyo terbanyak se-Indonesia

Surabaya – Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, Madura, menerima mahasiswa Bidikmisi terbanyak se-Indonesia dari jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang diumumkan pada 16 Juli.“Jumlah peserta Bidikmisi se-Indonesia dari hasil seleksi SBMPTN tercatat 16.472 orang atau 20,35 persen dari 104.862 peserta jalur SBMPTN yang diterima, sedangkan pendaftar SBMPTN secara nasional mencapai 664.509 orang,” kata Humas SBMPTN Panitia Lokal 50/Surabaya Dr Ismaini Zain di Surabaya, Kamis.

Didampingi staf Humas Panitia Lokal 50/Surabaya Bekti Cahyo Hidayanto, ia menjelaskan Unijoyo mendapatkan kuota sebesar 895 orang dari jumlah 16.472 orang peserta Bidikmisi jalur SBMPTN secara nasional.

“Dari Jawa Timur ada dua universitas lain yang juga menerima mahasiswa Bidikmisi cukup banyak yakni Universitas Negeri Malang sebanyak 711 orang (peringkat ketiga) dan Universitas Brawijaya Malang sebanyak 662 orang (peringkat kelima),” katanya.

Bahkan, ada seorang peserta di Universitas Negeri Malang yang mendapatkan nilai tertinggi secara nasional untuk Jurusan Bahasa yakni peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan nilai 766,01.

Untuk peserta Jurusan Saintek dengan nilai tertinggi diraih peserta dari Prodi Pendidikan Dokter di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan nilai 1.051,54, sedangkan peserta Jurusan Soshum dengan nilai tertinggi disabet peserta dari Prodi Akuntansi di Universitas Indonesia (UI) dengan nilai 848,29.

Secara terpisah, Humas SBMPTN dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr MG Bagus Ani Putra menjelaskan Unair menerima mahasiswa baru dari jalur SBMPTN 2014 sebanyak 1.799 mahasiswa atau sesuai kuota sebesar 30 persen dari total kuota mahasiswa baru. Dari jumlah 1.799 itu tercatat 282 mahasiswa Bidikmisi (16 persen).

“Pendaftar Unair dari jalur SBMPTN 2014 adalah 38.260 orang dengan pendaftar terbanyak kelompok saintek adalah Pendidikan Dokter, Kesehatan Masyarakat dan ilmu Gizi, sedangkan pendaftar terbanyak kelompok soshum adalah Manajemen, Akuntansi, dan Psikologi,” katanya.

Untuk pertama kalinya, Unair juga menerima 200 orang mahasiswa baru khusus program Pendidikan Di Luar Domisili (PDD) Banyuwangi. Unair PDD Banyuwangi itu memiliki empat prodi yakni Kesehatan Masyarakat, Akuntansi, Kedokteran Hewan, dan Budidaya Perairan.

“Dari 200 orang tersebut terdapat 82 warga asli Banyuwangi atau sekitar 42 persen merupakan warga asli Banyuwangi yang diterima di PDD Unair,” katanya.atr

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *