LSM Ingatkan Potensi Kecurangan Pemilu 2014

LSM Ingatkan Potensi Kecurangan Pemilu 2014

Jakarta  – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, mengingatkan soal potensi kecurangan dalam Pemilu 2014. Sebab, sejarah pemilu dan pilkada di Indonesia tak sepi dari proses manipulasi. “Di lapangan sekalipun ada pintu manipulasi itu,” kata Ray dalam keterangan pers, Minggu 30 Maret 2014.

Sekitar 80 persen proses pilkada yang berlangsung sebelum pemilu 2014, kata dia, disengketakan ke Mahkamah Konstitusi. Hal ini menjadi sinyal betapa kuatnya indikasi bahwa pelaksanaan pilkada dimanipulasi, sehingga potensial digugat.

Menurut dia, potensi gugatan Pemilu 2014 sudah dapat terlihat sejak kini. Misalnya, dalam isu Daftar Pemilih Tetap (DPT). Awalnya, KPU menyebut data DPT fix sebanyak 186 jutaan. Belakangan justru berkurang menjadi 185 jutaan.

“Klaim KPU soal nomor induk kependudukan atau NIK sudah beres. Aslinya, tak ada yang tahu,” ujar Ray.

Sementara itu, Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mensinyalir ada dua kubu yang bisa melakukan kecurangan pemilu. Dia menyebutnya sebagai “Bapak Megaloma” dan “Ibu Nia”, yang jika bertemu akan menjadi keluarga “Megalomania”.

“Itu adalah simbolisasi atas realitas bekerjanya kekuatan anti demokrasi,” tegas Hasto.

Menurut Hasto, “Keluarga Megalomania” itu dibangun dengan kekuatan pihak-pihak yang selama ini berlindung di belakangnya. Pihak-pihak itu mendapat balasan berupa kelimpahan rezeki melalui berbagai pergaulan dengan mafia impor, senjata, dan narkoba.

Para pihak itu, Hasto menambahkan, juga diduga memiliki kemampuan membuat kotak suara dari kardus, sehingga mudah dirusakkan dengan alasan kehujanan dan lain-lain. “Juga merombak APBN, sehingga tiba-tiba dana bansos naik dari Rp56 triliun menjadi Rp91 triliun,” kata Hasto.

Sementara itu, menurut Hasto, operasi intelijen bawah tanah juga digerakkan dengan kode-kode burung telah dijalankan seperti “gagak hitam”, “alap-alap”, dan “merpati”.

“Mereka juga punya kemampuan menggembosi suara lawan,” imbuh Hasto.

Di sisi lain, Hasto melanjutkan, operasi melalui manipulasi DPT serta teknologi dan informasi terus berjalan. Matinya website KPU beberapa waktu lalu bukan kebetulan.

Karena itu, menurut Hasto, PDI Perjuangan mengajak seluruh kekuatan pro demokrasi untuk bersatu. Keluarga “Megalomania” hanya bisa dihadapi oleh kekuatan rakyat. Partisipasi rakyat akan mampu memutarbalikkan berbagai skenario antidemokrasi tersebut.vns

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *