LSI Prediksi Hanya Ada Tiga Capres di Pilpres 2014

LSI Prediksi Hanya Ada Tiga Capres di Pilpres 2014

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan tidak melanjuti pembahasan revisi UU Pemilihan Presiden (Pilpres). Artinya, Pilpres 2014 tetap menggunakan UU lama, terutama yang mengatur tentang syarat pengajuan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Syarat pengajuan capres pada Pilpres 2009 lalu adalah ambang batas parpol bisa mengajukan capres/cawapres (Pres-T) minimal perolehan 20% perolehan kursi DPR atau 25% perolehan suara nasional.

Menyikapi masalah tersebut, Peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengemukakan skenario calon presiden (capres) 2014 seperti yang diprediksi sebelumnya. Dengan aturan pemilihan presiden (Pilpres) yang sama sekali tidak berubah maka pola pemilu 2014 sangat berpotensial sama dengan pemilu 2009. Paling banyak hanya akan ada tiga capres.

“Jika mengacu pada tracking survei LSI maka hanya tiga partai yang berpeluang (persis pemilu 2009) yaitu Golkar, PDI-P, dan Demokrat. Meski kini Demorat terus merosot (survei LSI oktober 2013 hanya 9.8%), namun peluang Demokrat untuk tetap menjadi tiga partai terkuat pemilu masih besar. Karena Demokrat masih partai penguasa,” kata Adjie di Jakarta, Sabtu (26/10).

Ia menjelaskan jika sumber daya kekuasaan dimaksimalkan Demokrat, maka Demokrat masih lebih berpotensi tetap 3 besar. Belum lagi jika ada kebijakan-kebijakan populis yang dibuat Demokrat menjelang pemilu, misalnya menurunkan harga BBM, program BLSM, dan bantuan-bantuan langsung lainnya.

“Jika hanya tiga partai ini berpeluang mengajukan capres maka peluang Prabowo capres tertutup. Karena sudah ada capres di masing-masing partai. Di Golkar ada Aburizal Bakrie (ARB). PDIP ada Megawati ataupun Joko Widodo (Jokowi). Di Demokrat ada 1 dari 11 nama yang ikut konvensi,” ujarnya.

Menurutnya, jika tiga partai ini yang suaranya besar maka pimpinan koalisi capres juga dari tiga partai ini. Posisi capres pun akan berasal dari tiga partai ini. Partai yang berkoalisi harus tunduk pada real politik untuk menjadi cawapres.
“Satu-satunya cara untuk Prabowo bisa capres adalah Gerindra harus masuk tiga besar peraih dukungan terbesar dalam pemilu nanti,” tegasnya.

Untuk kasus Golkar, dia mengemukakan sangat sulit membayangkan Golkar akan mencapreskan tokoh selain ARB. Karena ARB adalah Ketua Umum dan sudah jelas sejak lama diusulkan untuk menjadi capres Golkar. Friksi di internal Golkar bukanlah hal yang baru. Karena dari pemilu 2004 dan 2009, Golkar selalu tidak solid dalam mengusung capres.

“Soal elektabilitas ARB bukan menjadi penghalang. Karena Jusuf Kalla (JK) ketika maju sebagai capres 2009, survei elektabilitasnya hanya kurang lebih 5 persen. Elektabilitas ARB mnghadapi pemilu 2014 jauh lebih baik dibanding JK menghadapi pemilu 2009,” ungkap Adjie.bs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *