KSAD: Pangkotama harus siaga terhadap bencana

KSAD: Pangkotama harus siaga terhadap bencana

Jakarta  – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman meminta kepada semua Panglima Komando Utama (Pangkotama) untuk siaga terhadap bencana di lokasinya masing-masing karena sebagian wilayah Indonesia sudah mengalami bencana.
“Melalui telekonferensi ini saya ingin mendapatkan info yang lengkap mengenai situasi di daerah,” kata Budiman usai bertanya kepada para Pangdam se-Indonesia, termasuk Panglima Kostrad dan Komandan Jenderal Kopassus melalui telekonferensi, di Mabesad, Jakarta, Senin.

Hasil dari telekonferensi ini, Budiman mengatakan daerah yang sedang mengalami bencana dan butuh penanganan secepatnya adalah Jakarta, Sulawesi Utara (Manado), Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Budiman mengatakan salah satu tugas utama TNI sesuai UU No 34/2004 tentang TNI adalah menanggulangi bencana. “Kami berusaha semaksimal mungkin, terutama untuk tanggap darurat,” kata KSAD.

Menurut dia, perbantuan lebih pada tenaga dan peralatan, sementara untuk dana didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BNPB daerah, pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ia mengimbau kepada seluruh prajurit TNI yang terjun membantu penanganan bencana agar mengatur tenaga supaya kesiapan tetap terpelihara. Dia juga meminta panglima Kodam untuk memperkuat tim kesehatan dan memperbanyak ambulans.

“Dapur lapangan juga harus diperbanyak. Tak terkecuali sistem komunikasi harus diperkuat agar tenaga kita tak terkuras habis,” jelasnya.

Dalam telekonferensi, Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen Istu Hari mengatakan sampai kemarin bencana yang terjadi di sana adalah letusan Gunung Sinabung.

“Saat ini masih status awas level 4,” kata Istu.

Menurutnya, lokasi penampungan bertambah menjadi 42 titik, sementara persoalan banjir, di Sumatera Utara dilaporkan masih belum terlihat namun sejumlah daerah rawan banjir patut diwaspadai.

Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen Bambang Budi Waluyo melaporkan sejumlah daerah di Sumatera Selatan seperti Jambi rata-rata mengalami banjir setinggi 30-70 sentimeter. “Selain banjir, bencana di Sumatera Selatan adalah gempa karena berdiri di atas lempengan gempa,” katanya.

Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta Brigjen Teddy Lhaksamana mengatakan bencana di Jakarta secara umum di sembilah wilayah adalah banjir dengan ketinggian banjir sekitar 1-2 meter.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Indra Hidayat, menambahkan, Kostrad menerjunkan 44 satuan setingkat kompi (SSK) dengan 25 satuan setingkat pleton (SST) untuk membantu korban bencana yang terjadi di sejumlah daerah.

“Sejak 14 Januari 2014, kita sudah melakukan tanggap bencana dengan mengevakuasi korban banjir, bantuan makanan dan pos pelayanan kesehatan,” katanya.

Bahkan, pada 18 Januari 2014 lalu, Kostrad menyiapkan 6.600 porsi makanan/hari untuk korban banjir yang ada di DKI Jakarta, yang terbesar di Penjaringan yakni 3000 porsi.atn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *