Khofifah Optimis Lolos, Tolak Alihkan Suara Muslimat

Khofifah Optimis Lolos, Tolak Alihkan Suara Muslimat

Surabaya – Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang masih berjuang lewat jalur hukum PTUN dan DKPP, optimis memenangkan gugatan dan lolos jadi peserta Pilgub Jatim 2013.
“Tim hukum sudah jalan, gugatan sudah dimasukkan ke PTUN dan DKPP. Saya serahkan sepenuhnya kepada tim hukum yang sedang berproses,” katanya kepada wartawan saat jadi pembicara di acara PT Melia Sehat Sejahtera, Untag Surabaya, Minggu (21/7).

Ikut atau tidak di pilgub Jatim 2013, Khofifah Indar Parawansa tidak akan berbagi suara dengan pasangan calon lain. Lima juta suara Muslimat NU se-Jatim akan tetap mendukung si Bunda Muslimat tersebut. “Siapa yang akan mengalihkan suara. Wong kita masih optimis bisa lolos. Muslimat itu bagaikan gadis cantik dan indah, wajar kiranya banyak yang melirik. Tapi nggak ada pengalihan, kami terus konsolidasi kekuatan setiap hari dalam acara buka puasa bersama di rumah. Konsolidasi tak pernah putus, penyapaan umat juga jalan terus,” tegasnya

Khofifah Indar Parawansa juga mengaku belum berencana mengajak seluruh simpatisan dan pendukungnya untuk tidak memilih alias menjadi golongan putih (golput) dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur.

“Sampai sekarang saya mengajak kepada seluruh pendukung dan simpatisan saya untuk berjuang semaksimal mungkin, kami belum berpikir untuk membawa suasana politik saat ini ke tataran ranah tertentu,” kata Khofifah.

Meskipun peluang untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur gagal untuk kedua kalinya, Khofifah mengatakan pengikutnya di daerah melakukan konsolidasi menjelang pemungutan suara Pilkada Jatim.

“Ketika kami sedang berjuang semaksimal mungkin di jalur hukum, kegiatan-kegiatan konsolidasi tetap berjalan,” tambahnya.

Dia menyadari jika pendukungnya golput maka hak suara mereka bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh pendukungnya untuk tetap menggunakan hak pilih mereka.

Pasangan Khofifah-Herman digugurkan oleh KPU Jatim sebagai calon gubernur dan wakil gubernur karena persentase dukungan dari partai politik kurang dari 15 persen.

Tim pasangan tersebut menduga ada pemalsuan dukungan yang dilakukan pasangan pesaing Sukarwo-Saifullah (Karsa) atas dua partai, yakni Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK).

Pada saat menjelang verifikasi faktual dukungan dari kedua partai tersebut ternyata dipalsukan oleh pasangan Karsa.

Akibatnya, suara dukungan ke pasangan Khofifah-Herman kurang 0,19 persen dari syarat. spi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *