Khofifah Lapor ke DKPP hingga MK Merasa Pencalonannya Diganjal

Khofifah Lapor ke DKPP hingga MK Merasa Pencalonannya Diganjal

Bintang Pos, Surabaya – Bakal calon gubernur (bacagub) Khofifah Indar Parawansa menilai ada pihak yang berusaha mendzolimi agar tidak ikut bertarung di Pilgub Jatim 2013. Pihaknya pun melaporkan hal itu ke DKPP hingga ke MK.
“Saya melihat ada upaya pendzoliman terhadap pasangan Khofifah-Herman,” ujar Khofifah kepada wartawan di sela acara nonton bareng Sang Kiai bersama KH Hasyim Muzadi serta muslimat dan pengurus DPW PKB Jatim di Cito Surabaya, Selasa (18/6/2013).

Ketua Umum PP Muslimat NU ini menerangkan, banyak keganjilan pencalonannya yang berusaha diganjal pihak lain. Seperti surat rekomendasi dari partai politik (parpol) pengusung dari Partai Kedaulatan (PK).

Tim hukum dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah) pun melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hingga Mahkamah Konstitusi (MK).

“Surat Partai Kedaulatan saja kita tembuskan ke MK,” tuturnya.

Khofifah menambahkan, dirinya juga sudah bertemu dengan Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, dan menyampaikan kendala yang dihadapinya terkait Pilgub Jatim.

“Secara pribadi saya sudah ketemu sama Pak Jimly. Saya tunjukkan begini. Terus Pak Jimly mengatakan, aduh Mbak Khofifah, politik di Jatim tidak berakhlak. Itu bahasa beliau,” ujarnya.

Sementara senior Khofifah, KH Hasyim Muzadi enggan berkomentar terkait kemungkinan pasangan Berkah tidak lolos pilgub, karena suara partai pengusungnya tidak memenuhi syarat.

“Saya tidak bisa membayangkan, karena itu belum terjadi,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum PBNU ini menegaskan, dirinya tidak mau berkomentar
mengenai teknis dan administrasi pencalonan pasangan Berkah.

“Pokoknya, sifat teknis dan administrasi, tolong sampakan ke Bu Khofifah atau Pak Herman. Yang bagian saya adalah masalah makro dan keumatan,” jelasnya.(det)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *