Khofifah Dinilai Kuat jika Menggandeng Tokoh PDIP

Khofifah Dinilai Kuat jika Menggandeng Tokoh PDIP

Bintang Pos, Surabaya – Direktur Sosial Politik Lembaga Survei “Proximity”, Achmad Hasan Ubaid, menilai Bakal Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan memiliki dukungan besar jika bergandengan bersama tokoh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur yang digelar 29 Agustus 2013.
“Kalau Khofifah maju bersama tokoh PDIP maka akan menjadi pesaing berat dari bakal pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa),” ujar Achmad Hasan Ubaid, di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, Khofifah yang saat ini masih menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) masih memiliki basis massa kuat, khususnya dari peran Muslimat. Apalagi, kata dia, Muslimat merupakan representasi kaum perempuan untuk memilih calon gubernur perempuan.

Sedangkan dukungan dari tokoh PDIP mewakili kaum nasionalis dinilai akan mampu mewakili dukungan dari masyarakat, khususnya dari kalangan non-religius.

“Gabungan atau duet nasionalis dan religius akan membuat pasangan ‘Karsa’ memperoleh lawan yang berat, seperti halnya pada Pilkada Jatim 2008. Berbeda jika gandengan Khofifah juga berasal dari religius, yang tentunya akan berpengaruh kurang maksimal,” katanya.

Hasan Ubaid mengungkapkan, PDIP memiliki stabilitas perolehan suara yang relatif stabil. Terbukti dengan hasil Pemilu Legislatif 2009 yang menempatkan partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut meraih suara signifikan.

Sementara itu, di lain sisi, tak kunjung adanya deklarasi pasangan lain yang diusung partai politik dalam Pilkada mendatang sangat menguntungkan pasangan “Karsa”. Keterpilihan pasangan yang diusung mayoritas partai politik besar ini menjadi sangat besar.

“Kami sudah melakukan survei dan hasilnya popolaritas serta elektabilitas pasangan ‘Karsa’ selalu lebih diatas 50 persen. Ini menandakan belum ada yang menandingi popularitas dan elektabilitasnya,” kata dia.

Namun hasil survei yang dilakukan “Proximity” tersebut, lanjut dia, dinilainya belum teruji. Pasalnya hingga saat ini belum ada satupun pasangan cagub-cawagub kuat yang mendeklarasikan diri.

Meskipun pasangan jalur perseorangan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat sudah mendeklarasikan diri, Hasan melihat keberadaan pasangan jalur perseorangan tersebut dinilai belum berpengaruh secara untuk mengganggu popularitas dan elektabilitas “Karsa”.(ant-pgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *