Kementerian LH Canangkan GIB di Jombang

Kementerian LH Canangkan GIB di Jombang

Bintang Pos, Surabaya – Kementerian LH (Lingkungan Hidup) melakukan pencanangan Gerakan Indonesia Bersih (GIB) di Kabupaten Jombang, Kamis (18/4/2013). Pencanangan yang dibuka dengan tari remo tersebut dilakukan di lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Desa Banjardowo dan berlangsung meriah.

Begitu tiba di lokasi, rombongan dari Kementerian LH yang dimpimpin oleh Sekretaris Menteri (sesmen), Ir Hermien Roosita ini langsung disambut oleh para pelajar. Selanjutnya, seorang perempuan yang berpakaian baju daur ulang kertas mengalungkan rangkaian bunga melati sebagai ungkapan selamat datang. Kehadiran Sesmen juga didampingi Bupati Jombang, Suyanto.

Seluruh hadirin yang berkumpul di TPA Banjardowo itu kemudian disuguhi berbagai hiburan. Mulai dari tari remo, pentas teater tentang lingkungan, hingga penampilan band yang dimainkan pelajar sekolah dasar. Yang tidak kalah menarik rombongan kementrian juga disuguhi lenggak-lenggok peragawan dan pergawati dari murid SMP dan SMA.

Sesuai dengan tema lingkungan, para peragawati dadakan itu mengenakan baju yang berbahan sampah. Mulai dari kertas bekas, kemasan sabun deterjen, serta plastik baju beraksesoris gelas air mineral. Seluruh bahan bekas itu didesain sedemikian rupa hingga tak tampak kalau terbuat dari sampah. Hadirin pun kompak bertepuk tangan memberi aplaus.

Pencanangan itu sendiri diawali dengan pelepasan burung dari dalam sangkar. Selanjutnya, Sesmen meyaksikan penandatangan MoU (Memori of Understanding) tentang GIB yang dilakukan oleh bupati beserta jajarannya. Puncaknya, Hermien Roosita memukul gong sebagai tanda dicanangkannya GIB di Kabupaten Jombang. Acara dipungkasi dengan penyerahan setumpuk buku GIB dari Kementerian LH ke Bupati serta penanaman pohon di lokasi TPA.

Dalam sambutannya, Hermien mengatakan, pencanangan GIB di Kabupaten Jombang sedianya dilakukan secara langsung oleh Menteri LH, Prof. DR. Balthasar Kambuaya. Hanya saja, yang bersangkutan tidak bisa hadir karena sedang ada acara mendadak dengan presiden.

Dia menjelaskan, Jombang merupakan kota ke-14 dalam pencanangan GIB. Program tersebut sebagai tindak lanjut pencanangan GIB oleh Wakil Presiden RI, Boediono, tanggal 12 Nopember 2012 lalu. “GIB menjadi bagian penting dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” kata Hermien di hadapan ratusan hadirin.

Pelaksanaan GIB, lanjut Hermien, mengacu pada konsep pengelolaan sampah dan sanitasi yang menyangkut lima aspek. Diantaranya, aspek peraturan, kelembagaan, pendanaan, sosial budaya, serta aspek teknologi. Selain Jombang, beberapa kota yang sudah melauching GIB adalah, Surabaya, Badung – Bali, Lamongan, Tuban, serta Kota Malang.

“Kami memberikan apresiasi kepada pemkab Jombang yang selama ini sudah peduli dengan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah. Hal itu terlihat dari banyaknya penghargaan tingkat nasional di bidang lingkungan yang diraih Jombang,” kata perempuan berkacamata minus ini.

Hal senada juga dikatakan Bupati Suyanto. Menurutnya, jauh sebelum dilakukan pencanagan GIB, pihaknya sudah konsen melakukan pembangunan di bidang lingkungan hidup. Maka tidak heran jika TPA Banjardowo merupakan TPA terbaik nomor satu di Jawa Timur.

Di hadapan kementerian, Suyanto juga memamerkan sederet prestasi di bidang lingkungan hidup yang pernah diraih Jombang. Yakni, penghargaan Adupura selama empat kali berturut-turut dari presiden, penghargaan Adiwiyata Mandiri yang diraih SMPN 1 Diwek, Adiwiyata Nasional yang diraih MAN Jombang, Adiwiyata Nasonal yang diraih SDN Kepanjen II, Brantas Award, serta terminal terbaik kedua se jatim.

Bukan hanya itu, Jombang juga sudah menelurkan peraturan daerah (Perda RT-RW) yang mengacu pada kelestarian lingkungan hidup. “Semua itu tidak lepas dari peran serta dari masyarakat yang menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan,” ujar bupati yang sudah menjabat selama dua periode ini.

Selain pencanangan GIB, dalam kesempatan itu juga dilakukan pencanangan kampung organik di Desa Geneng, Jombang Kota. Kemudian penyerahan beberapa penghargaan bagi pengabdi lingkungan dan kader lingkungan maupun sekolah adiwiyata. (bjt-kba)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *