Jokowi : Pendidikan moral dan akhlak jangan ditinggalkan

Jokowi : Pendidikan moral dan akhlak jangan ditinggalkan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) miris dengan sistem pendidikan di Indonesia yang kurang memperhatikan pendidikan moral dan akhlak. Tidak heran bila banyak kasus kekerasan yang melibatkan anak sekolah.“Kita selalu ramai urusan matematika, biologi, fisika. Tapi akhlak, moral, ditinggalkan, dilupakan, begitulah,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/5).

Dia menambahkan, jika hanya memberikan pembekalan pendidikan formal maka akan percuma. Karena jika tidak diimbangi pendidikan moral dan budi pekerti akan mudah sekali terpancing emosinya. Sehingga pelajaran-pelajaran itu tetap penting diajarkan.

“Kalau seorang anak nantinya sudah menjabat perusahaan atau jadi pejabat pemerintah, harus punya dasar yang kuat soal itu, harus berintegritas. Pendidikan karakter anak, etika, budi pekerti, sopan santun, harus segera dilakukan. Kalau tidak kita terus begini,” terangnya.

Seperti diketahui, Renggo Kadapi dianiaya oleh kakak kelasnya di sekolahnya di bilangan Makasar, Jakarta Timur. Kejadian bermula karena ia tidak sengaja menyenggol makanan ringan seharga Rp 1.000 yang dibawa oleh kakak kelasnya hingga terjatuh.

Walaupun telah meminta maaf dan menggantikan makanan ringan itu, Ranggo tetap saja mendapatkan perlakuan kasar. Y menganiaya Ranggo. Sekujur tubuhnya dipukuli. Mulut bocah malang itu pun disumpal gagang sapu hingga mengeluarkan darah.

Orangtua sempat membawa Renggo ke RS Polri. Namun nahas, dia tak tertolong. Jenazah bocah malang disemayamkan di kediaman Ketua RT, di Kebon Pala 1, Jalan Asri RT 10 RW 7 Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur. Jenazah telah dimakamkan di TPU Kampung Asem, Halim Perdanakusuma, Minggu siang.trb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *