Jokowi Ceramah Kepemimpinan di Ubaya

Jokowi Ceramah Kepemimpinan di Ubaya

Surabaya – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali membuat guyonan di hadapan peserta kuliah umum Universitas Surabaya, Sabtu, 1 Maret 2014. Politikus PDI Perjuangan ini mengocok perut ratusan peserta dengan dagelan ala stand up comedy. Di awal kuliah umum, Jokowi menjelaskan perbedaan antara dirinya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Perbedaannya antara lain Ahok suka marah, sedangkan Jokowi tidak suka marah. “Pak Ahok kalau marah ke kepala dinas, wa…wa…wa…, tapi besok langsung dipecat. Padahal habis dimarahi kayak gitu, eh besok dipecat,” ujarnya, yang disambut tawa hadirin.

“Kalau saya enggak marah, tapi besok hilang jabatannya,” kata Jokowi, yang langsung mengundang tawa.

Lalu Jokowi bercerita tentang awal dirinya menjadi Wali Kota Solo. Saat pertama kali diperkenalkan ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jokowi sempat dipertanyakan. “Karena bodi saya seperti ini, kurus, hanya 54 kilogram. Kok, kasihan gitu kayaknya,” ujarnya, yang kembali mengundang senyum, tak terkecuali Megawati yang duduk di panggung bersebelahan dengan Jokowi.

Jokowi kembali mengulang cerita ketika hari pertama masuk kantor Wali Kota Solo. Hari itu bertepatan dengan pelaksanaan upacara. Alhasil, dia ditunjuk untuk menjadi inspektur upacara. Padahal, jangankan memimpin upacara, menjadi peserta saja sudah tidak lagi dilakoninya selama 25 tahun.

Protokoler pun menyampaikan bahwa Jokowi cukup mengatakan laksanakan, hormat, dan bubarkan. “Laksanakan, laksanakan, hormat, dan bubarkan. Gampaaang,” kata Jokowi.

Ketika sampai perintah hormat, Jokowi pun memberi hormat. Namun, hingga beberapa waktu lamanya, Jokowi tak kunjung menurunkan tangan. Ia tidak tahu bahwa perintah melepas hormat bergantung pada dirinya. “Saya hormat terus. Ini kok hormat terus enggak dilepas-lepas. Ternyata pada nunggusaya,” kata Jokowi menirukan tingkahnya kala itu.

Spontan, tingkah Jokowi itu langsung membuat seluruh hadirin tertawa. bahkan Megawati, Tri Rismaharini, Wisnu Sakti Buana tidak mampu menahan tawa.

Meski guyonan Jokowi bukan cerita baru, hal itu cukup sukses menghibur para peserta kuliah yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, internal PDIP, dan masyarakat umum itu.

Jokowi juga menceritakan cara kerja dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, sepertiblusukan dan menggeser pedagang kaki lima dan warga di sekitar waduk. “Bukan menggusur melalui Satpol PP,” ujarnya.

Menurut Jokowi, pemimpin harus memberikan contoh, mendidik, dan menggerakkan masyarakat. Itu pula yang menurut Jokowi juga dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Rektor Universitas Surabaya Joniarto Parung mengatakan sengaja mengundang Megawati dan Jokowi untuk memberikan materi tentang kepemimpinan. “Undangannya sudah sejak dua bulan yang lalu,” kata Joniarto.tmp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *