Jembatan Miring Tak Diperbaiki Warga Tatung Dianaktirikan Pemkab

Bintang Pos, Ponorogo – Ribuan warga Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo merasa dianaktirikan Pemkab Ponorogo. Ini menyusul sejumlah infrastruktur di desa ini banyak yang kondisinya rusak berat dan memprihatinkan.
Bahkan salah satu jembatan yang menghubungkan warga Desa Tatung yang tinggal di seberang barat Sungai Tantung dan wilayah Tatung yang berada di seberang timur sungai yang membelah desanya tersebut hancur, roboh, serta bongkahannya hanyut beberapa tahun lalu.

Dari tiga jembatan yang berada di Desa Tatung, hanya tinggal satu jembatan yang normal dan masih layak digunakan. Sedangka satu jembatan sudah hilang, serta satu jembatan lagi yang berada di depan SDN Tatung sudah patah dan miring hingga kini belum diperbaiki.

Dengan kondisi jembatan penghubung yang rusak tersebut, warga mengeluh. Jika jembatan yang berada di depan SDN Tatung tersebut roboh, maka anak-anak sekolah putera-puteri warga Tatung yang bermukim di seberang barat arus sungai Tatung akan lebih jauh memutar lewat jembatan yang berada di wilayah Tatung bagian tengah.
Bahkan dari jarak tempuh dari puluhan meter bisa mencapai 1 hingga 2 kilometer.
Hampir setiap tahun jembatan yang kondisinya miring tersebut oleh pemerintah desa diusulkan perbaikannya. Namun hingga kini, belum ada rencana perbaikan dari Pemkab Ponorogo.

Dengan kondisi itu warga mengeluh dan menyayangkan jembatan yang berada persis di depan SDN Tatung tersebut. Apalagi, jembatan itu merupakan akses perlintasan jalur siswa sekolah dan akses perekonomian warga Tatung yang berada di seberang barat sungai. Padahal, Tatung terkenal dengan penghasil tembakau dan buah bengkoang.

Kepala Dusun Tatung Tengah, Purwanto (39) mengaku sudah lelah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut baik lewat usulan desa maupun anggota DPRD dari Dapil Balong dan sekitarnya. Pasalnya, tak pernah ada hasilnya. Warga Tatung merasa dianaktirikan serta merasa tidak memiliki wakil rakyat di DPRD Ponorogo.

“Sudah setiap tahun, kami usulkan lewat pemerintah desa maupun lewat anggota DPRD, tapi belum ada reaksi kapan akan diperbaiki jembatan yang miring dan patah ini. Padahal jembatan ini akses transportasi anak sekolah dan perekonomian warga di seberang barat sungai dan sebaliknya,” tuturnya kepada Surya Online, Sabtu (15/6/2013).

Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiharto (37) mengaku jika infrastruktur yang rusak di wilayah desanya akan menjadi fokus utama dalam usulan pemerintah.  Terutama dalam akses jalan dan jembatan selain infrastruktur lainnya. “Semua infrastruktur di Desa Tatung sudah rusak.

Infrastruktur yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah jalan dan jembatan. Apalagi jalan poros desa hingga kini belum pernah merasakan jalan aspal,” pungkasnya.

Sementara, anggota DPRD Ponorogo dari Dapil Balong dan sekitarnya, Hadi Sumitro ketika dikonfirmasi atas komplainnya masyarakat Desa Tatung yang mengaku tidak punya dewan itu menegaskan pihaknya jelas yang diperhatikan adalah wilayah yang banyak basis dan pendukungnya. Menurutnya, terkait jembatan rusak itu, Kata Sumitro kewenangan dari DAS Solo.

“Kerusakan jembatan itu, yang berwenang DAS Solo. Kalau warga merasa tidak punya dewan, itu jelas karena bagaimanapun yang kami perhatikan dan kami prioritas adalah daerah yang merupakan basis pendukung dan pemilih saya,” pungkasnya. (sry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *