Izin Pendidikan Kedokteran UNUSA sudah Turun

Izin Pendidikan Kedokteran UNUSA sudah Turun

Surabaya – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Prof Dr dr Rochmad Romdoni SpPD SpJP(K) FIHA mengakui merasa bersyukur karena izin program studi S1 Pendidikan Kedokteran untuk Unusa sudah turun.“Prodi Pendidikan kedokteran melengkapi Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, selain dua prodi yang sudah turun izinnya, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan.
,” katanya Selasa, 22/7.

Menurut dia, setelah dilakukan analisis dan visitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan Dikti terhadap FK Unusa, Fakultas Kedokteran UNUSA sudah layak menerima mahasiswa karena persyaratan sudah terpenuhi. Kemudian dilanjutkan dengan turunya ijin operasional dari Ditjen Dikti pada 18 Juli 2014 bertepatan bulan Ramadhan.

“Unusa sangat berterimakasih dengan KKI , Ditjen Dikti Kemendikbud karena mempercayai Unusa membuka pendidikan kedokteran, meski diberi kuota mahasiswa Kedokteran sebanyak 50 mahasiswa, untuk melayani puluhan ribu pesantren-nya, hal ini merupakan langkah maju buat perkembangan pesantren” katanya.

“Saya sangat mendukung langkah KKI dan Dikti itu untuk membatasi kuota kedokteran setiap Universtas karena profesionalitas seorang dokter itu penting,” jelasnya. ” karena dokter berhubungan dengan nyawa manusia, sehingga profesionalisme dituntut lebih,” katanya.

Tahun ajaran 2014-2015 Unusa menerima kuota mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan pertama sebanyak 50 mahasiswa baru,” katanya. Fasilitas dua rumah sakit yang dimiliki UNUSA RSI Jemursari dan RSI A Yani, dosen berpengalan, kampus dan kelas modern serta dukungan IT yang memadahi diharapkan mendukung proses belajar mengajar FK.

 

Tahun ini bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan dokter di UNUSA sengaja dibatasi kuotanya agar dijamin kualitas lulusannya. Yang terpenting pendidikan dokter UNUSA sangat jelas arahnya karena akan mendukung program kesehatan yang berada di pondok pesantren seperti POSKESTREN (Pos Kesehatan Pesantren) sehingga kualitas kesehatan para santri menjadi lebih baik lagi.

Hingga kini, Unusa memiliki 15 prodi pada lima fakultas yakni S1 Keperawatan, S1 Gizi, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Ners (Fakultas Ilmu Kesehatan); S1 Pendidikan dokter (terbaru), S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan (Fakultas Kedokteran); S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik Elektro (Fakultas Teknik); S1 Manajemen dan S1 Akuntansi (Fakultas Ekonomi); dan S1 PGSD, S1 PG PAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris (FKIP).

“Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, FKIP (Keguruan), dan Teknik akan melakukan perkuliahan di Kampus A Jalan SMEA, Wonokromo, sedangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Kedokteran akan melakukan perkuliahan di Kampus B di belakang RSI Jemursari,” katanya. hdh

One Comment

  1. Dear Bpk
    Prof doktor Rocmad Romdoni

    Ini saya pasien Di RSI jemur sari pada tgl 28 Agustus 2020 saya kontrol dokter specialis paru paru dengan Dokter Arimbi, Saya sangt kecewa Dengan Arsiten Dokter Arimbi atas nama Ade, ketika saya mau ke kasih si ade bilang sapa yang suruh masuk???
    Padahal saya pasien umum tanpa Bpk bpjs loo prof.

    Tlng di tinjau kembali perihal pelayanan..
    Jangan karena 1 arsisten yang tidak berititut srmua RSI di srluruh Indonesian kena kompken.karena pasien yang datang ingin sembuh.
    Klo dengan keramahan pasti pasien sembuh tanpa harus minum obat

    Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *