Isu penyadapan dibahas Boediono-Abbot

Isu penyadapan dibahas Boediono-Abbot

Canberra  – Pertemuan bilateral Wakil Presiden Boediono dengan Perdana Menteri Australia, Tony Abbot, di Canberra, membahas isu penyadapan Canberra terhadap Jakarta. Isu penyadapan Amerika Serikat dan konco-konconya sebagaimana dibocorkan Edward Snowden juga bikin panas Jerman, Meksiko, dan beberapa negara lain. 

Boediono sedang berkunjung resmi ke Australia pada 10-16 November ini, dan mengunjungi Canberra, Perth, dan Melbourne.
Dikatakan Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik, Dewi F Anwar, Rabu, “Dalam Pertemuan bilateral dengan PM Australia Toni Abbott, wakil presiden mengemukakan, isu penyadapan menjadi perhatian luas dari berbagai kalangan di Indonesia.”
Isu penyadapan menjadi bagian dari tiga isu utama, selain penahanan anak buah kapal Indonesia di Australia dan apresiasi Indonesia atas dana pinjaman siaga yang diberi Australia beberapa waktu lalu.

Terkait penyadapan, Boediono meminta pihak Australia memberikan perhatian khusus.

Sementara terkait ABK Indonesia yang ditahan di Australia, Wapres meminta segera dilakukan proses terkait hal itu.

“Hingga saat ini sudah ada 1.500 ABK yang diproses, masih ada sekitar 140 lagi yang belum diproses,” katanya.

Sementara itu, Dewi juga menyatakan, dalam pertemuan bilateral tersebut,  Abbott memperhatikan secara seksama semua pembahasan dikemukakan Boediono.

Abbott juga menegaskan hubungan Australia dan Indonesia sangat penting dijaga dan kerja sama kedua negara akan terus ditingkatkan.

Sementara itu, usai pertemuan bilateral tersebut kedua petinggi negara menyempatkan untuk meresmikan Australia-Indonesia Centre yang akan menjadi pusat studi kedua negara.

Upacara pembukaan tirai plakat peresmianAustralia-Indonesia Centre berlokasi di Gedung Parlemen Australia di Canberra, sekitar pukul 11.00 waktu setempat hari ini.

Pusat studi kedua negara tersebut nantinya akan berlokasi di Monash University di Melbourne.atr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *