Indonesia Tolak Pencari Suaka dari Australia

Indonesia Tolak Pencari Suaka dari Australia

Bintang Pos, Surabaya – Duta Besar Indonesia untuk Australia, menolak peluang untuk menyetujui kebijakan dari Koalisi Australia yang bermaksud untuk mengembalikan para pencari suaka manusia perahu ke Indonesia. Menurut Dubes RI, Indonesia hanya negara transit bukan negara tujuan pencari suaka.

Dubes Nadjib Riphat Kesoema mengatakan, pemerintah menolak untuk menyepakati kebijakan pengembalian manusia perahu yang mencari suaka. Menurutnya, kolaborasi semacam itu tidak akan terjadi dan menegaskan para pencari suaka itu harus dikembalikan negara lain bukan Indonesia.

“Indonesia hanya sebagai negara transit dan juga menjadi korban dalam situasi ini. Saya kira tidak pada tempatnya pihak koalisi (Oposisi Pemerintah Australia) mengatakan, para pengungsi itu harus kembali ke Indonesia, karena Indonesia bukan negara asal dari para pengungsi ini,” ujar Dubes Kesoema, seperti dikutip AAP, Jumat (31/5/2013).

“Tidak ada kolaborasi terjadi antara Indonesia dan Australia, untuk membawa orang-orang (pencari suaka) ini ke Indonesia,” tegasnya.

Isu ini mencuat setelah adanya rencana dari Koalisi yang dipimpin oleh Tony abbott yang ingin melimpahkan pencari suaka ini ke Indonesia. Menurut kabar, Abbott akan melakukan kebijakan ini jika dirinya terpilih dalam Pemilu Australia September mendatang.

Meskipun kebijakan ini sudah ada dalam beberapa tahun terakhir, Kesoema mengaku isu pemindahan itu tidak pernah dibicarakan dengan Indonesia. “Saya rasa isu ini tidak akan diutarakan oleh Abbott,” jelas Dubes Kesoema.

Namun Kesoema mengakui penyelundupan manusia merupakan masalah bagi Indonesia. Baginya penting bagi Indonesia dan Australia untuk bekerja sama untuk memberi penyuluhan mengenai bahaya terlibat penyelundupan manusia.

Selama ini, pencari suaka biasa berasal dari negara seperti Afghanistan, Myanmar, Iran dan beberapa negara lainnya di Asia Tengah. Sebagian besar dari mereka memiliki tujuan akhir ke Australia, setelah melakukan transit ke negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura.(okz)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *